Banjarnegara (Humas) – Upaya membangun keluarga sakinah tidak hanya diwujudkan melalui keharmonisan hubungan suami istri, tetapi juga melalui pengelolaan keuangan yang baik dan sesuai dengan tuntunan Islam. Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara, Retno Purnawati, saat memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim Nasyiatul Aisyiyah Desa Gumiwang, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Madin Muhammadiyah Gumiwang tersebut dihadiri oleh sekitar 20 lebih jamaah yang mengikuti acara dengan penuh antusias. Mengangkat tema “Manajemen Keuangan Keluarga dalam Islam”, penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mengatur keuangan rumah tangga secara bijak agar tercipta keluarga yang harmonis, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Dalam materinya, Retno Purnawati menjelaskan bahwa persoalan ekonomi sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, setiap keluarga perlu memiliki kemampuan dalam mengelola pendapatan yang dimiliki, berapa pun jumlahnya.
“Pengelolaan keuangan dalam keluarga sangat penting. Hasil yang sedikit apabila dikelola dengan baik akan membawa keberkahan dan mencukupi kebutuhan keluarga. Sebaliknya, penghasilan yang besar belum tentu cukup apabila tidak diatur dengan benar,” ujarnya di hadapan para jamaah.
Retno juga mengingatkan pentingnya membangun pola hidup sederhana dan tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan media sosial. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola keuangan keluarga adalah mengurangi gengsi dan menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan yang dimiliki.
“Kurangi gengsi yang tinggi. Jangan memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup orang lain. Kita harus mampu membedakan mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Jika kebutuhan didahulukan, insya Allah keuangan keluarga akan lebih sehat,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mendorong para jamaah untuk membiasakan budaya menabung sebagai bentuk persiapan menghadapi kebutuhan di masa mendatang. Tidak kalah penting, keluarga muslim juga harus menyisihkan sebagian rezekinya untuk bersedekah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.
“Jangan lupa menabung dan bersedekah. Menabung membantu kita mempersiapkan masa depan, sedangkan sedekah menjadi jalan datangnya keberkahan dan pertolongan Allah. Dalam Islam, harta yang disedekahkan tidak akan mengurangi kekayaan, justru akan menambah keberkahan dalam hidup,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah dapat menerapkan prinsip-prinsip manajemen keuangan keluarga yang sesuai dengan nilai-nilai Islam sehingga mampu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah yang tidak hanya harmonis secara spiritual, tetapi juga kuat dan mandiri dalam aspek ekonomi.
(rp/azd)







