Banjarnegara – Dalam rangkaian kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) Tahun Ajaran 2026/2027, MIFABARA memberikan edukasi kepada seluruh murid baru tentang penanggulangan bencana kebakaran dan gempa bumi. Kegiatan ini dikemas secara menarik melalui penayangan video animasi simulasi yang disesuaikan dengan usia peserta didik sehingga mudah dipahami, menyenangkan, dan edukatif.(18/7)
Melalui tayangan tersebut, murid diperkenalkan berbagai penyebab terjadinya kebakaran dan gempa bumi, langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya tetap tenang dan mengikuti arahan guru maupun petugas. Dengan visual yang menarik dan bahasa yang sederhana, murid tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen MIFABARA dalam mewujudkan madrasah yang aman, sehat, dan tangguh bencana. Penanaman budaya sadar bencana sejak dini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi berbagai situasi darurat.
Kepala MIFABARA, menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan menjadi bekal penting bagi peserta didik sejak hari pertama mereka mengenal lingkungan madrasah.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Melalui kegiatan MATAMUDA ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa mereka harus mengetahui cara melindungi diri ketika terjadi bencana. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat di lingkungan madrasah, tetapi juga dapat diterapkan di rumah maupun di masyarakat. Dengan demikian, MIFABARA dapat menjadi madrasah yang melahirkan generasi yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat,” tutur Durotun Nafisah.
Sementara itu, Ketua Panitia MATAMUDA, Nani, menjelaskan bahwa penggunaan video animasi dipilih agar materi lebih mudah dipahami oleh murid baru.
“Anak-anak lebih mudah memahami materi melalui media visual yang menarik. Oleh karena itu, kami menghadirkan video animasi simulasi kebakaran dan gempa sebagai media pembelajaran yang interaktif. Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, murid tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga memiliki keberanian, ketenangan, dan keterampilan dasar dalam menyelamatkan diri apabila menghadapi situasi darurat,” jelas Nani.
Melalui edukasi ini, MIFABARA berharap setiap murid baru tidak hanya mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga memiliki keterampilan dasar dalam menjaga keselamatan diri. Dengan pembiasaan tersebut, nilai-nilai kesiapsiagaan bencana dapat tertanam sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik yang berakhlakul mulia, berprestasi, dan peduli lingkungan. (nas)







