Peringati Hari Anak, MI MIMUB Kenalkan Permainan Tradisional kepada Siswa

Dalam rangka memperingati Hari Anak, MI Miftahul Mubtadi’in menggelar kegiatan permainan tradisional yang diikuti seluruh siswa pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah ini bertujuan mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional kepada peserta didik sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan di lingkungan sekolah.

Sejak pagi, suasana halaman madrasah tampak semarak dengan antusiasme para siswa yang mengikuti permainan sesuai jenjang kelas masing-masing. Siswa kelas 1 hingga kelas 3 memainkan permainan kucing-kucingan, siswa kelas 4 mengikuti permainan saka-sakaan, sedangkan siswa kelas 5 dan kelas 6 memainkan permainan gobak sodor. Seluruh permainan berlangsung meriah dengan sorak sorai para peserta maupun teman-teman yang memberikan dukungan.

Para guru turut mendampingi jalannya kegiatan agar setiap permainan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan menyenangkan. Selain menjadi ajang bermain, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengenal warisan budaya bangsa yang mulai jarang dimainkan di era digital saat ini.

Permainan gobak sodor menguji ketangkasan, kecepatan, dan kerja sama tim dalam melewati penjaga garis tanpa tersentuh. Sementara itu, permainan kucing-kucingan melatih kelincahan, konsentrasi, serta kemampuan bekerja sama antarpemain. Adapun permainan saka-sakaan menghadirkan tantangan tersendiri yang menuntut keseimbangan, koordinasi, dan kecepatan antarsiswa.

Keceriaan tampak menghiasi wajah para siswa sepanjang kegiatan berlangsung. Gelak tawa dan semangat kebersamaan terlihat ketika mereka saling menyemangati teman satu kelompok maupun kelompok lain. Meskipun beberapa siswa baru pertama kali mengenal permainan tersebut, mereka mampu mengikuti aturan permainan dengan baik setelah mendapatkan penjelasan dari guru.

Zafran mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengalaman baru. “Saya senang sekali karena permainannya baru buat saya. Ternyata seru, bisa bermain bersama teman-teman dan ingin mencobanya lagi nanti,” ungkapnya.

Guru Kelas 1 sekaligus penanggung jawab kegiatan, Rahmah, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak tahun ini sengaja dikemas melalui permainan tradisional agar siswa dapat mengenal sekaligus mencintai budaya bangsa sejak dini.

“Kami ingin memperingati Hari Anak dengan cara yang menyenangkan sekaligus bermakna. Melalui permainan tradisional seperti gobak sodor, kucing-kucingan, dan saka-sakaan, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai aturan, bersikap sportif, dan menjalin kebersamaan. Harapan kami, permainan tradisional ini semakin dikenal dan tetap lestari di tengah perkembangan teknologi dan permainan digital,” ujar Rahmah.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki banyak nilai positif yang dapat membentuk karakter anak. Selain menyehatkan karena dilakukan dengan aktivitas fisik, permainan tersebut juga mengajarkan komunikasi, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan ini, MI Miftahul Mubtadi’in berharap siswa tidak hanya menikmati momen peringatan Hari Anak sebagai ajang bermain, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam mengenal kekayaan budaya Indonesia. Besarnya antusiasme para siswa menjadi bukti bahwa permainan tradisional tetap mampu menghadirkan kegembiraan sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan madrasah. Pihak madrasah pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada kesempatan lain sehingga permainan tradisional tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Rs

Skip to content