Guru MIFABARA Ambil Peran Strategis dalam Review Modul Provinsi dan Koordinasi Peningkatan Mutu Madrasah

Banjarnegara – Komitmen MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus diwujudkan melalui keterlibatan aktif para gurunya di berbagai forum strategis. Salah satu guru MIFABARA, Laeli Nur Isnaini yang kerap dipanggil Nani, mengikuti Rapat Koordinasi Pengurus Harian KKMI, KKG Kabupaten Banjarnegara, dan Tim Pereview Modul Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Rumah Makan Lazida Banjarnegara, Kamis (23/7).

Kegiatan diawali dengan arahan dari Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Banjarnegara, Suharno, yang menekankan pentingnya sinergi seluruh pengurus dan tim pereview dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Selanjutnya, agenda dilanjutkan dengan penyampaian laporan hasil uji baca modul oleh para pereview.

Laporan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penentuan kelayakan modul sebelum dipublikasikan dan digunakan sebagai bahan ajar di seluruh Madrasah Ibtidaiyah se-Provinsi Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Banjarnegara. Proses review dilakukan secara cermat dengan memperhatikan kesesuaian materi, kualitas penyajian, kebahasaan, serta relevansi terhadap kebutuhan pembelajaran di madrasah.

Setelah agenda laporan pereview selesai, rapat berlanjut dengan koordinasi bersama Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG-MI) dan KKG PJOK Kabupaten Banjarnegara. Pertemuan tersebut membahas berbagai program prioritas yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.

Sebagai salah satu pereview modul tingkat Provinsi Jawa Tengah sekaligus Pengurus Harian KKG Kabupaten Banjarnegara, Nani menyampaikan kesiapannya untuk terus berkontribusi dalam setiap program pengembangan pendidikan.

“Menjadi bagian dari tim pereview dan pengurus KKG merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga melalui kolaborasi ini dapat lahir modul-modul pembelajaran yang berkualitas serta mampu meningkatkan mutu pendidikan madrasah, khususnya di Kabupaten Banjarnegara dan Jawa Tengah,” ungkapnya.

Keikutsertaan guru MIFABARA dalam forum strategis tingkat kabupaten hingga provinsi menjadi bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga aktif mengambil peran dalam pengembangan mutu pendidikan secara lebih luas. Melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat berbagi praktik baik, MIFABARA terus berkomitmen menjadi madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing demi mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(nas)

Skip to content