Briefing Pagi di Tengah Kebun Madrasah, Kepala MIFABARA Ajak Guru Wujudkan Madrasah Hijau yang Edukatif

Banjarnegara – Suasana berbeda tampak di MIFABARA pada Senin pagi. Tidak seperti biasanya yang dilaksanakan di ruang guru, briefing pagi kali ini dipimpin oleh Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, di area kebun madrasah. Di tengah rindangnya pepohonan dan asrinya lingkungan sekolah, seluruh guru diajak berdiskusi sekaligus menyusun langkah nyata dalam mengembangkan kebun madrasah sebagai pusat pembelajaran berbasis lingkungan.(27/7)

Kepala madrasah mengajak seluruh guru untuk memandang kebun madrasah bukan sekadar ruang hijau, tetapi sebagai laboratorium alam yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai mata pelajaran. Melalui kebun madrasah, peserta didik dapat belajar secara kontekstual tentang pelestarian lingkungan, ketahanan pangan, kesehatan, hingga membangun karakter peduli terhadap alam.

Selain membahas pengembangan kebun, briefing juga berfokus pada peningkatan kebersihan lingkungan madrasah. Seluruh guru diajak memperkuat budaya menjaga kebersihan sebagai tanggung jawab bersama, sehingga lingkungan belajar senantiasa bersih, sehat, nyaman, dan mampu memberikan suasana positif bagi seluruh warga madrasah.

Dalam arahannya, Durotun Nafisah menegaskan bahwa lingkungan sekolah merupakan “guru” yang mampu memberikan pembelajaran nyata kepada peserta didik.

“Madrasah yang hijau dan bersih bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter. Ketika guru memberi teladan dalam merawat lingkungan, anak-anak akan belajar untuk mencintai alam, menjaga kebersihan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Kebun madrasah harus menjadi ruang belajar yang hidup dan terus berkembang,” tuturnya.

Beliau juga mengajak seluruh guru untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam pemanfaatan kebun, mulai dari budidaya tanaman obat keluarga (TOGA), sayuran, tanaman buah, hingga tanaman hias yang dapat digunakan sebagai media praktik pembelajaran lintas mata pelajaran. Dengan demikian, setiap sudut madrasah memiliki nilai edukatif sekaligus mendukung terwujudnya Program Sekolah Sehat dan gerakan peduli lingkungan.

Semangat kolaborasi yang terbangun dalam briefing pagi ini menjadi bukti bahwa MIFABARA terus berinovasi dalam menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya berpusat di dalam kelas, tetapi juga memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang bermakna.

Dengan mengawali hari melalui refleksi dan aksi di tengah alam, MIFABARA kembali menunjukkan bahwa pendidikan terbaik lahir dari keteladanan. Dari kebun yang terus dirawat bersama, tumbuh harapan untuk melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, sehat, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.(nas)

Skip to content