Banjarnegara – Pagi hari di MIFABARA selalu diawali dengan lantunan doa dan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema di lingkungan madrasah. Sebelum pembelajaran dimulai, seluruh murid mengikuti pembiasaan doa bersama, dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna serta murojaah hafalan Al-Qur’an sesuai kelompok tahfidz masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari budaya madrasah dalam menanamkan nilai-nilai religius sekaligus membangun kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an.(31/7)
Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ikhtiar memohon keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta perlindungan dari Allah Swt. Selanjutnya, seluruh murid melantunkan 99 Asmaul Husna dengan penuh semangat dan kekhusyukan. Setelah itu, murid berkumpul bersama kelompok tahfidz masing-masing untuk melaksanakan murojaah hafalan di bawah bimbingan guru pembina.
Melalui murojaah rutin setiap pagi, murid diajak menjaga hafalan yang telah dimiliki sekaligus memperbaiki bacaan, makhraj, dan tajwid. Suasana belajar pun terasa lebih tenang, khusyuk, dan penuh keberkahan. Pembiasaan ini juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta membentuk karakter istiqamah dalam beribadah dan mencintai Al-Qur’an.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa pembiasaan religius merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
“Kami meyakini bahwa hari yang diawali dengan doa, zikir, dan murojaah akan menghadirkan ketenangan hati serta semangat dalam belajar. Melalui pembiasaan ini, kami ingin menanamkan kecintaan kepada Allah dan Al-Qur’an sejak dini agar menjadi bekal terbaik bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.
Marba, guru tahfidz MIFABARA menambahkan bahwa murojaah pagi memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap perkembangan hafalan murid.
“Murojaah yang dilakukan secara rutin membuat hafalan anak-anak lebih terjaga dan semakin kuat. Selain meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, kegiatan ini juga melatih kedisiplinan, rasa percaya diri, dan semangat untuk terus menambah hafalan. Anak-anak pun saling memotivasi dalam kelompok tahfidznya,” ungkapnya.
Sejalan dengan visi SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Religius, dan Terampil), MIFABARA terus berkomitmen mencetak generasi Qurani yang cerdas, berprestasi, serta memiliki akhlakul karimah. Dengan membiasakan doa, zikir, dan murojaah sejak pagi, setiap langkah belajar diharapkan senantiasa dipenuhi keberkahan dan menjadi jalan lahirnya generasi yang siap memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(nas)







