Hari Bakti Pramuka MIFABARA: Rawat Kebun, Peduli Lingkungan, Wujudkan Semangat Pengabdian

Banjarnegara – Semangat pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan anggota Gerakan Pramuka MIFABARA melalui kegiatan Hari Bakti Pramuka. Anggota Pramuka golongan Siaga dan Penggalang, bersama seluruh pembina pangkalan MIFABARA, bergotong royong melakukan penyiraman kebun madrasah sekaligus membersihkan sampah plastik yang ditemukan di area kebun.(14/8)

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Bulan Bakti Pramuka Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 1–31 Agustus 2026 dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65. Berdasarkan Surat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 0494-00-F tanggal 10 Juli 2026, seluruh anggota Gerakan Pramuka diharapkan melaksanakan berbagai kegiatan bakti sebagai bentuk persembahan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Panduan Bulan Bakti Pramuka juga menegaskan bahwa nilai Satya dan Darma Pramuka harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik secara individu maupun bersama-sama. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan. 

Kegiatan di MIFABARA diawali oleh Wakil Kamabigus dengan melakukan penyiraman tanaman. Selanjutnya, seluruh anggota Pramuka dan para pembina bergerak bersama membawa air untuk menyirami tanaman yang mulai kekeringan akibat musim kemarau.

Di sela kegiatan penyiraman, peserta juga memungut sampah plastik yang terdapat di sekitar kebun. Aksi tersebut menjadi pembelajaran langsung bagi murid bahwa merawat tanaman harus berjalan seiring dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan ini sejalan dengan semangat Pramuka Menanam dan Pramuka Peduli, sekaligus memperkuat kebiasaan anggota Pramuka untuk mengelola sampah dan menjaga lingkungan. Panduan Kwarnas menekankan bahwa kegiatan bakti Pramuka diarahkan untuk membangun karakter, keterampilan, kepedulian, dan pengabdian murid.

“Melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak belajar bahwa menjadi Pramuka berarti siap peduli dan berbuat nyata. Mereka tidak hanya menyiram tanaman, tetapi juga belajar menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan madrasah,” ungkap Wakil Kamabigus MIFABARA.

Semangat gotong royong pun terasa kuat. Siaga, Penggalang, dan pembina saling membantu tanpa membedakan peran. Kebun madrasah menjadi ruang belajar terbuka yang mengajarkan tentang ketahanan tanaman, pentingnya air, kebersihan, dan kepedulian terhadap alam.

Setetes air menyelamatkan tanaman, satu plastik yang dipungut menjaga kebersihan, dan satu tindakan peduli dapat menumbuhkan generasi yang mencintai bumi.

Melalui aksi nyata tersebut, MIFABARA meneguhkan semangat mengabdi untuk membangun ketangguhan bangsa sebagaimana arah Bulan Bakti Pramuka 2026.(nas)

Skip to content