Dua Murid Kelas Unggulan Sastra MTsN 1 Banjarnegara Ikuti Workshop Kepenulisan di MAN 2 Banjarnegara

Banjarnegara — Dua murid Kelas 8 Unggulan Sastra MTs Negeri 1 Banjarnegara, Amira dan Senja, mendapat kesempatan berharga untuk mengikuti Workshop Kepenulisan “Creative Talk with Gradien Mediatama Writer” yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nuansa Ilmu MAN 2 Banjarnegara. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia MAN 2 Banjarnegara tersebut menjadi sarana bagi keduanya untuk memperluas wawasan, pengalaman, sekaligus mengasah kemampuan dalam dunia kepenulisan.(29/8)

Dalam kegiatan tersebut, Amira dan Senja hadir sebagai perwakilan Kelas Unggulan Sastra MTsN 1 Banjarnegara. Keduanya mengikuti rangkaian workshop dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan pemateri yang merupakan penulis berpengalaman. Kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut juga didampingi dan dikawal oleh Koordinator Kelas Unggulan Sastra Madtsansa, H. Surya Widhi Prakosa.

Workshop menghadirkan Mas Koko Ganteng, penulis buku Nak, Kamu Gapapa “Kan?” yang dikenal sebagai salah satu buku best seller. Kehadiran penulis tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta karena mereka tidak hanya memperoleh materi kepenulisan, tetapi juga dapat menyimak pengalaman langsung seorang penulis dalam menghasilkan karya.

H. Surya Widhi Prakosa menyampaikan bahwa keikutsertaan Amira dan Senja merupakan bagian dari upaya Kelas Unggulan Sastra untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada para murid.

“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi anak-anak Kelas Unggulan Sastra. Mereka tidak cukup hanya belajar teori menulis di kelas, tetapi juga perlu bertemu dengan penulis, mendengarkan pengalaman mereka, dan melihat secara langsung bagaimana proses sebuah karya lahir,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman mengikuti workshop dapat menjadi pemantik bagi murid untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi kepenulisan. Ia berharap Amira dan Senja mampu membawa pengalaman yang diperoleh untuk kemudian dibagikan kepada teman-teman di Kelas Unggulan Sastra.

“Kami berharap Amira dan Senja bisa menyerap sebanyak mungkin ilmu dari workshop ini. Semoga pengalaman tersebut menumbuhkan keberanian untuk terus menulis, bereksperimen dengan ide, dan menghasilkan karya yang memiliki karakter,” tambah H. Surya.

Amira mengaku senang dapat mengikuti workshop tersebut. Baginya, kesempatan bertemu dan belajar langsung dari seorang penulis memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran kepenulisan yang selama ini diperoleh di sekolah.

“Saya merasa senang karena bisa mengikuti workshop ini. Banyak hal baru yang saya dapatkan, terutama tentang bagaimana mengembangkan ide dan membuat tulisan menjadi lebih menarik. Bertemu langsung dengan penulis juga membuat saya semakin termotivasi untuk menulis,” ungkap Amira.

Senada dengan Amira, Senja menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi dirinya. Ia mengaku mendapatkan inspirasi baru setelah mengikuti materi dan menyaksikan bagaimana seorang penulis membagikan proses kreatifnya.

“Saya mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan ini. Ternyata menulis bukan hanya tentang merangkai kata, tetapi juga bagaimana kita menyampaikan gagasan dan perasaan kepada pembaca. Saya jadi semakin ingin mengembangkan kemampuan menulis,” tutur Senja.

Sementara itu, Mas Koko Ganteng mengajak para peserta untuk tidak takut memulai proses menulis. Menurutnya, kemampuan menulis tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh melalui kebiasaan membaca, mengamati, mencatat gagasan, serta terus berlatih.

“Menulis itu proses. Jangan menunggu tulisan kita langsung sempurna. Yang terpenting adalah berani memulai, terus mencoba, dan jangan takut dengan kesalahan. Dari proses itulah kemampuan seorang penulis akan berkembang,” pesannya kepada para peserta.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pengalaman sehari-hari sebagai sumber ide. Menurutnya, banyak cerita menarik yang sebenarnya berada sangat dekat dengan kehidupan setiap orang, termasuk pengalaman yang dialami para pelajar.

Keikutsertaan Amira dan Senja dalam Workshop Kepenulisan di MAN 2 Banjarnegara menjadi bagian dari komitmen Kelas Unggulan Sastra MTsN 1 Banjarnegara dalam memperkaya pengalaman belajar murid. Kegiatan semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi, meningkatkan kreativitas, serta mendorong lahirnya generasi muda yang berani menuangkan gagasan melalui karya tulis.

Bagi Amira dan Senja, workshop tersebut bukan sekadar kegiatan di luar kelas, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat memperkuat motivasi mereka untuk terus menulis. Dengan bekal ilmu dan inspirasi yang diperoleh, keduanya diharapkan mampu mengembangkan potensi sastra sekaligus memberikan kontribusi terhadap semakin hidupnya budaya literasi di lingkungan Madtsansa. (Lin)