Jangan Asal Mendidik Anak, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Jemaah Belajar 10 Cara dari Ulama Salaf

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani melaksanakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Dawis RT 02 RW 02 Desa Sidakangen, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “10 Cara Mendidik Anak ala Ulama Salaf” sebagai upaya memberikan wawasan kepada jemaah tentang pentingnya pola pendidikan anak yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dalam penyuluhan, Yulfiani mengajak jemaah untuk memberikan perhatian lebih terhadap proses tumbuh kembang anak. Menurutnya, mendidik anak bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua dalam membentuk karakter, akhlak, dan kebiasaan baik sejak usia dini.

Ia menyampaikan bahwa para ulama salaf memiliki perhatian besar terhadap pendidikan generasi. Keteladanan mereka dapat menjadi bahan pembelajaran bagi orang tua masa kini agar lebih bijak dalam mendampingi anak, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan keluarga.

“Anak adalah amanah yang membutuhkan pendampingan, perhatian, dan keteladanan. Karena itu, orang tua perlu terus belajar bagaimana mendidik anak dengan cara yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai agama,” ungkap Yulfiani.

Menurutnya, pendidikan dalam keluarga memiliki peran penting karena rumah menjadi lingkungan pertama bagi seorang anak untuk mengenal nilai-nilai kehidupan. Sikap, ucapan, serta kebiasaan orang tua dapat menjadi contoh yang secara tidak langsung ditiru oleh anak.

Melalui tema tersebut, jemaah diajak untuk tidak mudah menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada lembaga pendidikan. Peran orang tua tetap menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi anak agar tumbuh menjadi generasi yang memiliki akhlak baik dan mampu menjalani kehidupan dengan nilai-nilai agama.

Yulfiani berharap penyuluhan tersebut dapat menjadi pengingat bagi para orang tua untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kesabaran dalam mendidik anak. Dengan pendidikan yang dilakukan secara konsisten dan penuh keteladanan, keluarga diharapkan mampu menjadi tempat pertama tumbuhnya generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.