“Cara Mengelola Uang dengan Bijak” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Sodikin Bekali Ibu-ibu PKH Situwangi Hindari Boros

Banjarnegara (Humas) – Bantuan sosial akan bermanfaat jika dikelola dengan bijak. Agar tidak habis untuk hal yang tidak penting, setiap keluarga perlu punya perencanaan keuangan. Pesan itu disampaikan dalam penyuluhan untuk peserta PKH Kelompok 1B Desa Situwangi yang didampingi Wahyu pada Kamis (3/9/2026).

Kegiatan  ini berlangsung di Rumah Siti dan dihadiri 20 anggota penerima manfaat. Hadir sebagai pemateri Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama KUA Rakit, Sodikin dengan mengangkat tema “Cara Mengelola Uang dengan Bijak”.

Dalam materinya, Sodikin mengingatkan bahwa rezeki adalah amanah dari Allah. “Allah tidak suka orang yang boros dan berlebih-lebihan. Firman-Nya, Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. QS Al-A’raf: 31. Begitu juga dengan uang bantuan, harus kita belanjakan sesuai kebutuhan,” tegas Sodikin.

Ia membagi tips mengelola uang menjadi 4 langkah sederhana. Pertama, bedakan kebutuhan dan keinginan. “Kebutuhan itu beras, lauk, sekolah anak, dan obat. Keinginan itu jajan, pulsa berlebih, atau barang yang tidak mendesak. Dahulukan kebutuhan.” Ucapnya.

Kedua, buat pos-pos pengeluaran. “Sisihkan untuk kebutuhan pokok 50%, tabungan 10%, sedekah 2,5%, dan kebutuhan lain 40%. Walau kecil, biasakan menabung dan bersedekah. Itu membuka pintu rezeki.” Ungkapnya.

Ketiga, hindari utang konsumtif. “Jangan sampai bantuan untuk bayar utang warung atau pinjol. Gunakan untuk modal usaha kecil atau untuk anak sekolah agar ke depan lebih mandiri.”Keempat, libatkan keluarga. “Ajak suami dan anak musyawarah. Jelaskan uang ini untuk masa depan kita bersama. Dengan begitu tidak ada yang merasa dirugikan.” Jelasnya.

Sodikin juga mengaitkan dengan nilai Islam. “Orang yang bijak mengelola harta akan dicintai Allah. Hartanya berkah, keluarganya tenang, dan bisa membantu orang lain.” Tambahnya.

Pendamping PKH, Wahyu, mengapresiasi kegiatan ini. “Kami berharap setelah penyuluhan ini ibu-ibu PKH Kelompok 1B lebih disiplin. Bantuan bisa tepat guna untuk pendidikan dan kesehatan anak.”

Salah satu peserta,  Siti selaku tuan rumah, mengaku mendapat ilmu baru. “Selama ini uang datang langsung habis. Setelah dengar penjelasan  Sodikin, saya mau buat catatan belanja dan sisihkan untuk tabungan anak.” Ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan tanya jawab dan doa bersama. Diharapkan ibu-ibu PKH Desa Situwangi dapat mengelola bantuan secara bijak, sehingga ekonomi keluarga meningkat dan terhindar dari kemiskinan. 

(n/azd)