Banjarnegara – Semangat mempersiapkan generasi madrasah menghadapi kompetisi akademik terus dilakukan. Sebanyak 30 peserta dari lima madrasah ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Banjarnegara mengikuti simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang dipusatkan di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA).(6/9)
Kegiatan simulasi dilaksanakan dalam dua sesi dengan mata pelajaran yang berbeda. Sesi pertama berlangsung pada pukul 09.00–12.00 WIB dengan materi Matematika. Setelah jeda, simulasi dilanjutkan pada sesi kedua mulai pukul 15.30–17.30 WIB dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam & Sosial (IPAS).
Sejak sesi pertama dimulai, para peserta tampak serius dan antusias mengikuti setiap tahapan simulasi. Suasana ruang ujian berlangsung tertib dan kondusif. Meskipun harus menghadapi soal dengan tingkat tantangan yang beragam, para peserta berusaha mengerjakan setiap soal dengan penuh konsentrasi.
Simulasi ini menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan peserta sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa agar semakin terbiasa menghadapi suasana kompetisi akademik. Tidak hanya kemampuan dalam menjawab soal yang diasah, tetapi juga ketelitian, manajemen waktu, konsentrasi, dan kesiapan mental.
Pelaksanaan simulasi didukung oleh Nofindo selaku proktor dan Dwi Kentanto selaku pengawas. Keduanya memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan yang telah dipersiapkan.
Alhamdulillah, kedua sesi simulasi berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif hingga seluruh peserta menyelesaikan tahapan yang diberikan.
Bagi MIFABARA, menjadi titik pelaksanaan simulasi OMI bukan hanya sebuah kepercayaan, tetapi juga menjadi bagian dari semangat untuk terus membangun budaya akademik dan kolaborasi antarmadrasah. Kehadiran peserta dari lima MI menunjukkan bahwa semangat berprestasi tidak mengenal batas antar-madrasah.
Simulasi hari ini bukan sekadar latihan menjawab soal. Lebih dari itu, setiap lembar jawaban menjadi bagian dari proses panjang untuk menumbuhkan keberanian, ketekunan, dan mental juara dalam diri peserta didik.
Karena prestasi tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari latihan, ketekunan, doa, dan keberanian untuk terus mencoba.
MIFABARA terus mendukung lahirnya generasi madrasah yang cerdas, tangguh, berkarakter, dan siap berprestasi, baik di tingkat kecamatan maupun pada jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Hari ini simulasi, esok prestasi. Dari madrasah, menembus batas.(nas)







