“Jangan Ngawur” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Sodikin Ajak 35 Anggota PKH Desa Adipasir Atur Uang dengan Bijak

Banjarnegara (Humas) – Uang sedikit kalau diatur akan terasa cukup. Tapi uang banyak kalau tidak diatur bisa habis tanpa bekas. Karena itu penting bagi setiap keluarga untuk memiliki cara mengelola keuangan yang benar.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Sodikin, dalam kegiatan penyuluhan di PKH Kelompok 4A Desa Adipasir RT 07 RW 04 yang didampingi Mei pada Senin (7/9/20206).

Kegiatan yang bertempat di rumah Tri Astuti dihadiri 35 anggota ibu-ibu penerima manfaat. Kali ini Sodikin  mengusung tema “Uang Harus Diatur Tidak Boleh Ngawur”, Sodikin mengajak peserta untuk menjadi pribadi yang cerdas dalam membelanjakan rezeki.

“Dalam Islam kita diajarkan menjadi umat pertengahan. Jangan boros, tapi juga jangan pelit. Allah berfirman, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan harta dengan boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan,” jelas Sodikin.

Ia membagikan 3 kunci mengatur uang agar berkah. Pertama, buat skala prioritas. “Dahulukan kebutuhan pokok: makan, kesehatan, pendidikan anak, dan tempat tinggal. Setelah itu baru kebutuhan sekunder. Hindari membeli karena ikut tren atau gengsi.” Terangnya.

Kedua, catat pemasukan dan pengeluaran. “Dengan mencatat kita tahu uang lari kemana saja. Sisihkan untuk tabungan dan sedekah di awal, bukan di akhir. Karena sedekah tidak akan membuat miskinjustru melipatgandakan rezeki.” Ungkapnya.

Ketiga, hindari hutang konsumtif. “Kalau mau beli sesuatu, tanya dulu: butuh atau hanya ingin. Gunakan bantuan PKH untuk hal produktif seperti modal usaha kecil, bukan untuk hal yang cepat habis.” Tegasnya.

Sodikin juga mengingatkan agar ibu-ibu mengajak suami berdiskusi dalam mengatur keuangan. “Keterbukaan itu penting. Satu visi dalam keluarga akan membuat ekonomi lebih stabil dan terhindar dari pertengkaran.” Tambahnya.

Pendamping PKH, Mei, mengapresiasi materi tersebut. “Banyak anggota kami yang masih bingung mengatur bantuan. Dengan penyuluhan ini diharapkan mereka lebih terarah dan bisa menabung untuk masa depan anak.” Ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan tanya jawab dan doa bersama. Diharapkan 35 anggota PKH Kelompok 4A Desa Adipasir RT 07 RW 04 dapat menerapkan hidup hemat, sederhana, dan bijak, sehingga bantuan yang diterima benar-benar membawa manfaat dan keberkahan. 

(n/azd)