Banjarnegara – Melestarikan budaya tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Dari gerakan sederhana, irama musik, dan semangat anak-anak belajar menari, kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh. Hal tersebut menjadi salah satu semangat yang dibangun melalui ekstrakurikuler tari di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA).(12/9)
Kegiatan ekstra tari menjadi ruang bagi murid untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mencintai kekayaan budaya Nusantara. Dengan penuh antusias, para siswa mengikuti latihan dan berusaha menguasai setiap gerakan yang diajarkan.
Latihan tidak hanya berfokus pada kemampuan menampilkan sebuah tarian. Di dalamnya, siswa juga belajar tentang kedisiplinan, kekompakan, keberanian, konsentrasi, dan rasa percaya diri. Setiap gerakan memiliki makna, sementara setiap penampilan menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan hasil kerja keras mereka.
Kegiatan ekstrakurikuler tari tersebut dibimbing oleh Fila, guru MIFABARA yang sekaligus berperan sebagai pelatih tari. Dengan pendekatan yang menyenangkan, Fila terus mendorong siswa agar menikmati proses latihan sekaligus memahami bahwa belajar tari merupakan salah satu cara untuk menjaga warisan budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa menari, tetapi juga mencintai budaya yang mereka pelajari. Melalui tari, mereka belajar bahwa budaya lokal adalah sesuatu yang harus kita kenal, banggakan, dan terus dilestarikan,” ungkap Fila.
Semangat siswa dalam mengikuti latihan menjadi gambaran bahwa budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda. Ketika anak-anak diberi ruang untuk mengenal dan mengekspresikan budaya melalui seni, tumbuh rasa memiliki yang menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan budaya di masa depan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat pendidikan di MIFABARA yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi turut memberikan ruang bagi perkembangan bakat, kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap lingkungan sosial serta budaya.
Melalui ekstra tari, MIFABARA terus menanamkan pesan bahwa menjadi generasi modern bukan berarti meninggalkan akar budaya. Justru, generasi muda perlu mengenal budaya sendiri agar mampu berdiri dengan identitas yang kuat.
Dari setiap gerakan lahir kreativitas, dari setiap tarian tumbuh kecintaan, dan dari generasi muda budaya lokal terus menemukan kehidupan.(nas)







