Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja, Hendriyanto, memberikan penyuluhan kepada jemaah Majelis Taklim Al Latif, Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, pada Senin (14/9/26). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut mengangkat materi “Bijak Bermedia Sosial: Jaga Lisan, Jaga Jari, Jaga Diri”, dengan fokus pada pentingnya menjaga etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Majelis Taklim Al Latif dipimpin oleh Sutirah. Kegiatan penyuluhan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemahaman keagamaan jemaah sekaligus mengaitkan nilai-nilai agama dengan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu persoalan yang semakin dekat dengan masyarakat adalah penggunaan media sosial yang kini menjadi bagian dari aktivitas komunikasi dan penyebaran informasi.
Dalam penyuluhannya, Hendriyanto mengajak jemaah untuk lebih berhati-hati dalam menerima, menyampaikan, dan membagikan informasi melalui media sosial. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi perlu diimbangi dengan sikap tabayun atau melakukan pemeriksaan terlebih dahulu agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Media sosial adalah sarana yang dapat digunakan untuk menyebarkan kebaikan, tetapi juga dapat menjadi sumber persoalan apabila digunakan tanpa pertimbangan. Karena itu, sebelum membagikan sebuah informasi, kita perlu memastikan kebenarannya dan mempertimbangkan manfaat serta dampaknya bagi orang lain,” ujar Hendriyanto.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga perkataan tidak hanya berlaku ketika berkomunikasi secara langsung. Dalam perkembangan teknologi saat ini, tulisan, komentar, dan unggahan di media sosial juga merupakan bagian dari komunikasi yang perlu dijaga.
“Menjaga lisan di dunia nyata harus sejalan dengan menjaga jari di dunia digital. Jangan sampai apa yang kita tulis menjadi sumber perselisihan atau menyakiti orang lain. Sebaliknya, mari menjadikan media sosial sebagai sarana untuk berbagi informasi yang bermanfaat dan menyebarkan kebaikan,” jelasnya.
Hendriyanto menambahkan bahwa penggunaan media sosial secara bijak merupakan bagian dari penerapan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap jujur, menjaga perkataan, menghormati orang lain, dan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya merupakan nilai yang penting untuk diterapkan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun ketika berinteraksi di ruang digital.
Selain membahas etika bermedia sosial, penyuluhan juga menjadi kesempatan bagi jemaah untuk nilai-nilai agama. Pendekatan tersebut diharapkan membuat materi penyuluhan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Sutirah selaku pimpinan Majelis Taklim Al Latif menyambut baik kegiatan penyuluhan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja. Menurutnya, materi yang disampaikan memiliki keterkaitan dengan kehidupan jemaah yang saat ini tidak lepas dari penggunaan teknologi dan media sosial.
“Materi yang disampaikan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Kami berharap jemaah dapat mengambil manfaat dari penyuluhan ini dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menerima dan menyampaikan informasi,” ungkap Sutirah.
Melalui kegiatan tersebut, jemaah diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika menggunakan media sosial. Kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, menjaga komunikasi, dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.
Penyuluhan di Majelis Taklim Al Latif menjadi salah satu bentuk pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pembinaan dan edukasi keagamaan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan diarahkan agar tidak hanya dipahami dalam forum penyuluhan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semakin bijak menggunakan media sosial, masyarakat diharapkan dapat menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana yang memberikan manfaat, mempererat silaturahmi, serta mendukung penyebaran informasi dan pesan-pesan positif di tengah kehidupan bermasyarakat.
(m/azd)







