Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Laeli Maria Ulfah, memberikan penyuluhan kepada jemaah Majelis Taklim Muslimat Kalibening, Ahad (13/9). Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema tentang tiga sikap bijak dalam menghadapi bencana alam, yakni muhasabah diri, saling mendukung satu sama lain, dan tetap menjaga diri.
Bencana alam merupakan peristiwa yang dapat datang tanpa diduga dan memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi tersebut, kesiapan secara fisik perlu berjalan bersama dengan kekuatan spiritual agar masyarakat mampu menghadapi keadaan dengan lebih tenang dan bijaksana.
Melalui materi yang disampaikan, Laeli mengajak jemaah menjadikan bencana sebagai momentum untuk melakukan muhasabah diri. Setiap kejadian dapat menjadi bahan renungan agar manusia semakin menyadari keterbatasan dirinya serta meningkatkan kedekatan kepada Allah.
“Ketika menghadapi bencana, kita perlu mengambil pelajaran dan melakukan muhasabah. Jangan hanya melihat musibah dari sisi kesulitannya, tetapi juga menjadikannya kesempatan untuk memperbaiki diri dan semakin mendekat kepada Allah,” jelas Laeli.
Sikap berikutnya yang ditekankan adalah pentingnya saling mendukung. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya menghadapi situasi sulit seorang diri. Kepedulian, perhatian, dan bantuan kepada sesama menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan bersama.
Selain itu, jemaah diingatkan untuk tetap menjaga diri. Ikhtiar, kewaspadaan, dan mengikuti langkah-langkah keselamatan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sikap tawakal kepada Allah perlu berjalan beriringan dengan usaha nyata.
Penyuluhan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal kepada jemaah agar lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Dengan memperkuat iman, kepedulian sosial, dan kesadaran menjaga keselamatan, masyarakat diharapkan mampu melewati masa sulit dengan lebih tangguh.
(wha/azd)







