Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Susmiyati, memberikan penyuluhan kepada jemaah Majelis Taklim Ar Rozak Desa Sikumpul, Selasa (15/9). Dalam kegiatan tersebut, Susmiyati menyampaikan materi tentang manfaat beristighfar sebagai salah satu amalan yang dapat membimbing umat untuk senantiasa mengingat Allah dan memperbaiki diri.
Istighfar bukan sekadar ucapan yang dilafalkan berulang-ulang. Di dalamnya terdapat kesadaran seorang hamba untuk memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang dilakukan sekaligus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Kebiasaan beristighfar juga dapat menjadi pengingat agar seseorang tidak merasa jauh dari Allah ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Susmiyati mengajak jemaah untuk membiasakan istighfar dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, memperbanyak istighfar dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga hati agar tetap dekat dengan Allah, sekaligus melatih diri untuk selalu melakukan introspeksi.
“Jangan menunggu melakukan kesalahan besar untuk beristighfar. Istighfar sebaiknya menjadi kebiasaan sehari-hari karena melalui istighfar kita diingatkan untuk selalu memohon ampun, memperbaiki diri, dan kembali mendekat kepada Allah,” ungkap Susmiyati.
Dalam penyuluhan tersebut, jemaah juga diajak memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan tanpa masalah. Ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim hendaknya tetap berusaha, berdoa, dan memperbanyak amalan yang mendekatkan diri kepada Allah. Istighfar menjadi salah satu amalan sederhana yang dapat dilakukan kapan saja.
Suasana majelis berlangsung dengan penuh perhatian. Materi yang disampaikan diharapkan dapat mendorong jemaah untuk menjadikan istighfar sebagai bagian dari rutinitas, bukan hanya ketika sedang menghadapi persoalan.
Melalui kegiatan tersebut, Susmiyati berharap kebiasaan beristighfar dapat menumbuhkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri. Dengan hati yang senantiasa mengingat Allah, jemaah diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang, sabar, dan penuh harapan.
(WHA/azd)







