Serunya Belajar Tanda Tanya dan Tanda Seru, Murid Kelas 1B MIMAU Makin Cermat Berbahasa

Banjarnegara — Sebanyak 23 murid kelas 1B MI Ma’arif Al-Falah Joyokusumo (MIMAU) mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia Bab 2 dengan materi penggunaan tanda tanya (?) dan tanda seru (!) pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan pembelajaran berlangsung selama dua jam pelajaran dengan suasana aktif, menyenangkan, dan penuh antusias. (8/9)

Dalam pembelajaran tersebut, murid dikenalkan pada fungsi tanda tanya dan tanda seru dalam sebuah kalimat. Tanda tanya digunakan pada akhir kalimat yang berisi pertanyaan, sedangkan tanda seru digunakan untuk menunjukkan perintah, ajakan, atau ungkapan yang membutuhkan penekanan.

Melalui berbagai contoh kalimat, murid diajak untuk membedakan penggunaan kedua tanda baca tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena murid kelas 1 mulai belajar memahami bahwa penggunaan tanda baca dapat memengaruhi maksud dan cara membaca sebuah kalimat.

Kepala MI Ma’arif Al-Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, menyampaikan apresiasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia yang memberikan pemahaman dasar kepada murid sejak kelas awal.

“Penguasaan bahasa perlu dibangun sejak dini, termasuk kemampuan memahami tanda baca. Anak-anak perlu mengetahui bahwa tanda tanya dan tanda seru memiliki fungsi yang berbeda sehingga mereka dapat membaca dan menulis dengan lebih tepat,” tutur Wahyul.

Sementara itu, wali kelas 1B, Anisa Nur Azizah, menjelaskan bahwa materi tanda tanya dan tanda seru dikemas dengan cara yang mudah dipahami oleh murid kelas 1.

“Anak-anak kami ajak mengenali tanda tanya dan tanda seru melalui contoh kalimat yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan begitu, mereka lebih mudah memahami kapan harus menggunakan tanda tanya dan kapan menggunakan tanda seru,” jelas Anisa.

Selama pembelajaran berlangsung, 23 murid terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka mencoba mengidentifikasi tanda baca yang tepat pada berbagai kalimat dan memahami perbedaan antara kalimat pertanyaan dengan kalimat yang mengandung perintah, ajakan, maupun ungkapan.

Anisa berharap pemahaman yang diperoleh murid tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat diterapkan ketika mereka membaca maupun menulis dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Bahasa Indonesia Bab 2 tersebut menjadi salah satu upaya MIMAU dalam membangun kemampuan literasi murid sejak kelas awal. Dengan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, murid diharapkan semakin cermat menggunakan bahasa serta mampu menyampaikan gagasan melalui kalimat yang tepat. (NF)