Jangan Biarkan Kata-Kata Melukai Rumah Tangga, Penghulu KUA Kalibening Bekali Calon Pengantin Jaga Komunikasi

Banjarnegara (Humas) – Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Wahid Hakim Azzaky, melaksanakan pemeriksaan berkas calon pengantin sekaligus memberikan bimbingan perkawinan, Selasa (15/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan keilmuan bagi calon pengantin sebagai persiapan membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan mewujudkan keluarga sakinah.

Dalam bimbingan tersebut, Wahid menyampaikan materi tentang menjaga komunikasi efektif dalam rumah tangga. Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya menghindari kata-kata kasar, penghinaan, serta kebiasaan membandingkan pasangan dengan orang lain.

Menurut Wahid, komunikasi menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan rumah tangga. Persoalan yang sebenarnya sederhana dapat berkembang menjadi konflik apabila disampaikan dengan cara yang tidak tepat. Karena itu, pasangan suami istri perlu belajar memilih kata dan menjaga sikap ketika sedang menghadapi perbedaan.

“Dalam rumah tangga, bukan hanya isi pembicaraan yang penting, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya. Kata-kata kasar dan penghinaan dapat meninggalkan luka, sehingga pasangan perlu membangun komunikasi dengan saling menghargai,” jelas Wahid.

Ia juga mengingatkan calon pengantin agar tidak menjadikan pasangan sebagai bahan perbandingan. Setiap orang memiliki karakter, latar belakang, kemampuan, dan cara berpikir yang berbeda. Menerima perbedaan menjadi bagian dari proses membangun hubungan yang lebih dewasa.

Melalui materi tersebut, calon pengantin diajak memahami bahwa komunikasi yang baik bukan berarti tidak pernah berbeda pendapat. Justru, perbedaan dapat diselesaikan dengan keterbukaan, kesabaran, dan kemauan untuk mendengarkan satu sama lain.

Bimbingan perkawinan diharapkan menjadi bekal bagi calon pengantin untuk menghadapi dinamika kehidupan setelah pernikahan. Dengan komunikasi yang sehat dan sikap saling menghormati, pasangan dapat menjaga kehangatan rumah tangga sekaligus bersama-sama membangun keluarga sakinah. 

(WHA/azd)