Dari Panggung PORSENI, Dua Siswa MIFABARA Buktikan Keberanian Lewat Pidato Bahasa Indonesia

Banjarnegara – Panggung PORSENI Kecamatan Banjarnegara di MIM Semampir kembali menjadi ruang bagi siswa-siswi madrasah untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Kali ini, kemampuan berbicara, keberanian, dan penguasaan materi diuji melalui cabang Lomba Pidato Bahasa Indonesia.(19/9)

MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) turut ambil bagian dengan mengirimkan dua peserta terbaiknya, yaitu Muhammad Zhafran Arsenio dan Alifah Zaidatul Karimah. Keduanya tampil penuh percaya diri membawa pesan-pesan positif melalui kemampuan berpidato di hadapan dewan juri dan peserta PORSENI lainnya.

Dari penampilan tersebut, Muhammad Zhafran Arsenio berhasil meraih Juara 3, sementara Alifah Zaidatul Karimah meraih Juara Harapan 2.

Bagi MIFABARA, capaian tersebut bukan sekadar deretan gelar. Lebih dari itu, keberanian tampil di atas panggung menjadi proses penting dalam membentuk karakter siswa agar mampu berkomunikasi, menyampaikan gagasan, sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap pesan yang disampaikan.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah,  menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua peserta. Menurutnya, keberanian anak untuk tampil dan berproses merupakan bagian dari prestasi yang patut dihargai.

“Prestasi hari ini adalah buah dari keberanian untuk mencoba. Juara memang membanggakan, tetapi keberanian berdiri di depan banyak orang, berbicara dengan percaya diri, dan menyampaikan pesan dengan baik adalah bekal yang jauh lebih panjang manfaatnya bagi anak-anak,” tuturnya.

Senada dengan itu, pendamping lomba memberikan motivasi agar prestasi ini tidak berhenti pada satu kompetisi. Pidato, menurutnya, bukan hanya tentang bagaimana berbicara dengan baik, tetapi juga bagaimana seorang anak mampu berpikir, menyusun gagasan, dan menginspirasi orang lain melalui kata-kata.

PORSENI pun menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Di atas panggung, siswa belajar mengatasi rasa gugup. Di balik persiapan, mereka belajar disiplin dan tekun berlatih. Sementara dari hasil perlombaan, mereka belajar bahwa setiap proses memiliki nilai yang harus disyukuri.

MIFABARA berharap capaian Muhammad Zhafran Arsenio dan Alifah Zaidatul Karimah menjadi pemantik bagi siswa lainnya untuk berani mengeksplorasi potensi masing-masing. Sebab, setiap anak memiliki panggungnya sendiri dan terkadang, langkah menuju prestasi dimulai dari keberanian sederhana untuk berdiri, berbicara, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.Dari MIFABARA, kata-kata bukan sekadar suara. Ia menjadi keberanian, gagasan, dan langkah kecil menuju masa depan.(nas)