KKG Banjarnegara Ikuti Pertemuan se-Karisidenan Banyumas, Bahas dan Review CP, TP, ATP

Banjarnegara –  Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) Kabupaten Banjarnegara mengikuti pertemuan KKG tingkat Keresidenan Banyumas yang digelar di Purwokerto. Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama bagi pengurus KKG dari berbagai kabupaten untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas dan mereview Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan pembelajaran dan asesmen di madrasah.(22/9)

Delegasi KKG Kabupaten Banjarnegara hadir bersama Ketua KKG Banjarnegara, Sugeng Priyanto, serta pengurus Rosikhun dan Farid. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen KKG Banjarnegara untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan pembelajaran sekaligus membawa hasil pembahasan forum untuk ditindaklanjuti di tingkat kabupaten.

Pertemuan diawali dengan pembukaan oleh Ketua KKMI Banyumas, Sabar Munanto. Selanjutnya, forum diskusi dipimpin oleh Ketua KKG Banyumas, Andi, yang mengarahkan pembahasan pada sejumlah hal penting berkaitan dengan dokumen CP, TP, dan ATP.

Salah satu agenda utama adalah review CP, TP, dan ATP dengan memperhatikan dasar regulasi terbaru, termasuk ketentuan dari BSKAP serta KMA terbaru. Review dilakukan sebagai langkah untuk memastikan dokumen pembelajaran yang digunakan di madrasah tetap selaras dengan arah kebijakan pendidikan dan regulasi yang berlaku.

Dalam forum tersebut juga dibahas mekanisme penggunaan dokumen CP, TP, dan ATP untuk pelaksanaan ASAS Semester 1. Disepakati bahwa pelaksanaan ASAS pada semester ini masih mengacu pada CP, TP, dan ATP Keresidenan Banyumas yang telah beredar dan digunakan oleh madrasah.

Sementara itu, untuk Semester 2, dokumen akan menyesuaikan dengan hasil revisi yang saat ini masih dalam proses. Hasil revisi tersebut akan disampaikan dan diumumkan lebih lanjut setelah proses penyempurnaan selesai.

Sugeng Priyanto, Ketua KKG Kabupaten Banjarnegara, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memiliki arti penting bagi guru karena menjadi ruang untuk memperoleh pemahaman yang sama mengenai arah pembelajaran dan asesmen.

“Pertemuan ini penting untuk menyamakan persepsi. Untuk pelaksanaan ASAS semester ini, kita mengikuti CP, TP, dan ATP Keresidenan Banyumas yang sudah beredar. Sementara untuk semester 2, kita menunggu hasil revisi yang masih dalam proses,” ungkapnya.

Menurut Sugeng, koordinasi lintas kabupaten seperti ini juga menjadi bagian dari upaya KKG untuk memastikan informasi yang diterima guru tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi memiliki pijakan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pertemuan KKG se-Keresidenan Banyumas tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpengurus KKG sekaligus menjadi ruang berbagi dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan. Dari Purwokerto, para pengurus membawa hasil pembahasan untuk menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran dan asesmen di madrasah masing-masing.(nas)