Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja Bahas Komunikasi Islami di Majelis Taklim

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja, Feti Sulistiyani, memberikan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim Al Falah, Somawangi, pada (24/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah majelis taklim yang dipimpin oleh Sumbiyah sebagai ketua.

Dalam penyuluhannya, Feti mengangkat materi “Membangun Keharmonisan Keluarga melalui Komunikasi Islami”. Materi tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman keagamaan yang dapat diterapkan jamaah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun hubungan yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Feti menjelaskan bahwa komunikasi menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keharmonisan keluarga. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, tetapi perlu disikapi dengan cara yang baik, mengedepankan kesabaran, saling menghargai, serta menghindari ucapan yang dapat menimbulkan perselisihan.

“Komunikasi dalam keluarga hendaknya dibangun dengan perkataan yang baik, sikap saling mendengarkan, dan kesediaan memahami keadaan anggota keluarga. Dengan komunikasi yang baik, banyak persoalan dapat diselesaikan tanpa memperbesar konflik,” jelas Feti.

Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan nilai-nilai ajaran Islam sebagai landasan dalam berkomunikasi. Menurutnya, menjaga lisan, berkata benar, menghindari prasangka, serta memberikan nasihat dengan cara yang bijaksana merupakan bagian dari akhlak yang perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika terjadi perbedaan, jangan terburu-buru membalas dengan emosi. Berikan ruang untuk saling mendengar dan mencari jalan keluar bersama. Sikap tersebut merupakan bentuk ikhtiar menjaga keluarga tetap rukun dan penuh kasih sayang,” lanjutnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana interaktif. Jamaah diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan pengalaman yang berkaitan dengan komunikasi dalam keluarga. Diskusi tersebut menjadi sarana bagi jamaah untuk menghubungkan materi dengan berbagai situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin memahami pentingnya membangun komunikasi yang santun, terbuka, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. 

(m/azd)