Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan penyuluhan agama Islam di Majelis Taklim Al Latif, Desa Somawangi RT 06/RW 01, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, pada Senin (12/10/2026). Kegiatan yang diikuti jemaah majelis taklim di bawah kepemimpinan Sutirah tersebut bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat serta mendorong penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluhan agama menjadi salah satu bentuk pelayanan KUA Mandiraja kepada masyarakat melalui pembinaan dan penerangan agama Islam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi keagamaan, tetapi juga ruang untuk mengajak masyarakat memahami ajaran Islam secara lebih baik dan mengamalkannya dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan sosial.
Dalam penyuluhan tersebut, Dian Setiadi mengajak jemaah untuk menjadikan majelis taklim sebagai tempat belajar agama secara berkelanjutan. Pemahaman agama perlu diiringi dengan upaya memperbaiki perilaku, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta membiasakan sikap yang mencerminkan akhlak terpuji.
“Majelis taklim memiliki peran penting sebagai tempat menambah ilmu agama sekaligus memperkuat kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dipelajari hendaknya tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga diterapkan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat,” ujar Dian Setiadi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Menurutnya, pembinaan keagamaan akan lebih bermakna apabila materi yang diperoleh dapat menjadi pedoman dalam bersikap, mengambil keputusan, dan membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain.
“Belajar agama merupakan proses yang perlu dilakukan secara terus-menerus. Melalui majelis taklim, jemaah dapat saling menguatkan untuk memperbaiki ibadah, menjaga akhlak, dan membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun,” jelasnya.
Keberadaan Majelis Taklim Al Latif menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga kegiatan pembelajaran agama Islam di tingkat desa. Dukungan pengurus dan keaktifan jemaah diperlukan agar kegiatan pembinaan dapat berlangsung secara berkesinambungan serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Bagi masyarakat, penyuluhan agama juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Islam dapat diterapkan melalui tindakan sederhana, seperti berkata jujur, menjaga amanah, menghormati orang lain, membantu sesama, dan membangun komunikasi yang baik dalam keluarga. Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehidupan yang damai dan saling menghargai.
Melalui kegiatan ini, KUA Mandiraja terus menjalankan peran pembinaan dan penerangan agama Islam dengan mendekatkan layanan keagamaan kepada masyarakat. Sinergi antara Penyuluh Agama Islam, pengurus majelis taklim, dan jemaah diharapkan dapat memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mendorong pengamalan ajaran Islam secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
(m/azd)
