Banjarnegara – Belajar Matematika tidak harus selalu dilakukan dengan mengerjakan soal di buku. Suasana berbeda dan menyenangkan hadir di kelas 1A HEBAT MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) pada Jumat, 16 Oktober 2026. Sebanyak 23 murid mengikuti pembelajaran Matematika dengan metode kreatif bertajuk “Arisan Pengurangan” untuk mengasah kemampuan berhitung melalui permainan sederhana yang menarik.(16/10)
Kegiatan pembelajaran dipandu oleh Nuri Fatimah, wali kelas 1A yang sekaligus merupakan tim jurnalis madrasah. Melalui metode ini, murid diajak memahami konsep pengurangan dengan cara yang lebih interaktif, melatih ketelitian, serta membangun keberanian dalam menyelesaikan soal secara mandiri.
Pembelajaran diawali dengan pengenalan kegiatan arisan pengurangan. Guru telah menyiapkan sejumlah lintingan kertas yang masing-masing berisi soal pengurangan berbeda dengan bilangan dalam rentang 1 hingga 10, sesuai dengan materi Matematika kelas 1. Lintingan tersebut kemudian menjadi media belajar yang menghadirkan unsur kejutan bagi murid.
Secara bergantian, setiap murid mengambil satu lintingan layaknya mengikuti arisan. Setelah membuka lintingan, murid membaca soal pengurangan yang diperoleh, kemudian menghitung hasilnya. Soal yang berbeda-beda membuat setiap anak mendapatkan tantangan tersendiri sehingga kegiatan berlangsung lebih bervariasi.
Setelah menyelesaikan soal, murid menempelkan lintingan kertas tersebut pada buku tulis masing-masing. Dengan demikian, hasil kegiatan tidak hanya menjadi pengalaman bermain sambil belajar, tetapi juga terdokumentasi sebagai catatan pembelajaran yang dapat dibaca dan dipelajari kembali.
Metode Arisan Pengurangan memberikan kesempatan kepada murid untuk terlibat langsung dalam proses belajar. Mereka berlatih memahami simbol pengurangan, menentukan hasil perhitungan, serta membiasakan diri menyelesaikan tugas dengan teliti. Aktivitas mengambil lintingan juga menumbuhkan rasa ingin tahu karena murid tidak mengetahui soal yang akan diperoleh sebelum memilihnya.
Nuri Fatimah menyampaikan bahwa penggunaan metode permainan dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi murid kelas awal.
“Anak-anak kelas 1 membutuhkan pengalaman belajar yang konkret, menarik, dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Melalui arisan pengurangan, mereka dapat berlatih berhitung sambil bermain. Setiap murid memperoleh soal yang berbeda sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berpikir dan menemukan hasil pengurangannya sendiri,” ungkap Nuri Fatimah.
Kepala Madrasah MIMAU, Wahyul Khomisah, mengapresiasi kreativitas guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran Matematika yang melibatkan murid secara aktif.
“Pembelajaran Matematika perlu dikemas dengan cara yang menarik agar murid tidak merasa takut terhadap angka dan perhitungan. Inovasi seperti arisan pengurangan dapat menjadi alternatif untuk menumbuhkan minat belajar sekaligus melatih kemampuan berpikir murid sejak dini,” tutur Wahyul Khomisah.
Ia juga berharap para guru terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan tetap berorientasi pada pemahaman materi.
“Saya berharap kegiatan kreatif seperti ini dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan murid. Yang terpenting, murid tidak hanya menikmati permainannya, tetapi juga memahami konsep yang dipelajari, berani mencoba, teliti dalam menghitung, dan semakin mandiri dalam menyelesaikan soal,” tambah Wahyul Khomisah.
Melalui kegiatan Arisan Pengurangan, kelas 1A HEBAT membuktikan bahwa pembelajaran Matematika dapat dikemas secara sederhana, kreatif, dan bermakna. Sebanyak 23 murid mendapatkan kesempatan untuk berlatih mengurangi bilangan melalui pengalaman langsung yang mendukung penguatan kemampuan numerasi dasar.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat kelas 1A HEBAT, yaitu Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent, dalam membentuk murid yang rendah hati, unggul, berani, lincah, serta bertakwa. Dengan pembelajaran yang menyenangkan, diharapkan murid semakin percaya diri dan mencintai Matematika sejak kelas awal. (NF)
