Pramuka Hebat Lahir dari Kolaborasi, Gudep MIFABARA Gandeng Wali Murid Perkuat Pendidikan Karakter melalui SAKO Ma’arif NU

Banjarnegara – Pendidikan karakter membutuhkan sinergi dan keterlibatan banyak pihak. Menyadari pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang mandiri, disiplin, dan berakhlak mulia, Gugus Depan (Gudep) MI Al-Fatah Parakancanggah (MIFABARA) membangun kolaborasi bersama wali murid melalui kegiatan sosialisasi kepramukaan SAKO Ma’arif NU sekaligus diskusi penguatan pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) tingkat Penggalang Rakit.(31/10)

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi antara pembina pramuka, madrasah, dan orang tua mengenai arah pembinaan kepramukaan. Tidak sekadar memperkenalkan program, pertemuan ini juga membuka ruang komunikasi dan kerja sama agar proses pendidikan kepramukaan dapat berjalan lebih optimal, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.

Dalam sosialisasi tersebut, wali murid diperkenalkan dengan Satuan Komunitas (SAKO) Ma’arif NU sebagai wadah pembinaan kepramukaan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan ke-NU-an. Melalui gerakan kepramukaan ini, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, berakhlakul karimah, cinta tanah air, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Agenda berikutnya berfokus pada diskusi kerja sama dalam pencapaian SKU dan SKK Penggalang Rakit. Pembahasan diarahkan pada bagaimana orang tua dapat mengambil peran dalam mendampingi putra-putrinya menyelesaikan berbagai kecakapan kepramukaan. Sebab, proses pencapaian kecakapan tidak hanya membutuhkan latihan bersama pembina, tetapi juga pembiasaan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, keterampilan, kepedulian, dan kemampuan menolong sesama merupakan bagian dari pendidikan yang perlu terus ditanamkan melalui keteladanan dan pembiasaan di rumah.

Dalam kesempatan tersebut, ketua Gudep MIFABARA, Solikh Fatawati menyampaikan bahwa dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembinaan kepramukaan.

“Pramuka bukan hanya tentang baris-berbaris, berkemah, atau mengikuti kegiatan di lapangan. Lebih dari itu, Pramuka adalah proses membentuk karakter dan membekali anak dengan kecakapan hidup. Kami berharap orang tua dapat menjadi mitra aktif dalam mendampingi putra-putrinya, sehingga apa yang dipelajari dalam latihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sinergi ini juga menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya merupakan tanggung jawab bersama. Pembina membimbing melalui latihan, madrasah menyediakan ruang pengembangan, sementara keluarga menguatkan melalui pendampingan dan keteladanan.

Melalui kegiatan ini, Gudep MIFABARA berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara madrasah dan wali murid. Dengan kolaborasi yang kuat, pencapaian SKU dan SKK Penggalang Rakit tidak hanya menjadi target penyelesaian kecakapan, tetapi juga menjadi perjalanan pembentukan pribadi yang mandiri, terampil, berkarakter, dan berakhlakul karimah.(nas)