Banjarnegara – Peserta didik tingkat akhir, kelas XII MAN 2 Banjarnegara telah melaksanakan serangkaian pemotretan guna pembuatan buku tahunan (yearbook) di lingkungan madrasah. (17/12)
Sejumlah lima ratus enam puluh peserta didik kelas XII MAN 2 Banjarnegara begitu nampak antusias mengikuti berbagai rangkaian agenda yang telah dirancang oleh panitia yang terdiri dari perwakilan 16 kelas. Agenda dimulai dengan pemotretan konsep per kelas dan individuyang dilaksanakan pada tiap akhir pekan di berbagai lokasi di Banjarnegara. Selanjutnya, pemotretan bersama wali kelas dilaksanakan di ruang Multimedia MAN 2 Banjarnegara. Tak ketinggalan, foto pengurus ekstrakurikuler kelas XII bersama pembina pun dilaksanakan di ruang yang sama. Terakhir, sesi pemotretan dengan seluruh guru dan karyawan dilaksanakan di lapangan indoor.
Tak hanya pengambilan gambar semata oleh, berbagai jenis adegan sebagai bahan konten perpisahan pun diambil pada sesi tersebut. Dimulai dari adegan transisi perwakilan siswa, perpisahan dengan bapak dan ibu guru, hingga pengambilan video menggunakan kamera drone pun dilakukan. Uniknya, panitia pun mencetuskan ide cemerlang yang belum pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu bekerja sama dengan pemadam kebakaran.
Qonita Nailatun Najah, ketua OSIM sekaligus koordinator pada agenda ini pun menjelaskan alasan dibaliknya.
“Karena jumlah anak angkatan kami lebih banyak dari sebelumnya, kami merasa sulit untuk mengatur kalau tetap pakai konsep papermob. Jadi kami berinovasi dengan konsep “childhood under water memory”, dimana kami bermain di bawah hujan buatan dan bersenang-senang seperti kami masih semasa kecil,” ungkapnya.
Lili Maenani, wakil kepala madrasah bagian kesiswaan mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh peserta didiknya.
“Luar biasa anak-anak kami, ketika diberikan kebebasan mereka memiliki segudang ide brilian,” tuturnya.
Ia pun menambahkan, “kerja tim mereka pun luar biasa. Sehari sebelum pengambilan foto angkatan, anak-anak gotong royong menyusun meja dan bangku untuk berfoto, mengatur agenda dengan apik, menghubung berbagai pihak terkait, hingga mereka membereskan kembali semuanya usai pemotretan,” ujarnya.
Lili pun mengharapkan sesi pemotretan buku tahunan ini bukanlah sebuah akhir dari perjalanan peserta didiknya.
“Foto yearbook ini bukan akhir, tapi justru warning untuk anak-anak sekalian segera bersiap, merancang, dan mulai mengupayakan agar masa depan semakin gemilang,” pungkasnya. (ka)







