Menyenangkan Dan Berkesan, Siswa Mimau Ikuti Ujian Praktik Memasak

Banjarnegara – Ujian praktik kelas 6 MI Ma’arif Al-Falah Joyokusumo dilaksanakan sejak tanggal 9 – 12 April dan dilanjut setelah Ujian Madrasah yaitu 15-17 Mei 2025. Salah satu ujian praktik yang dilakukan ialah praktik memasak. Praktik memasak yang dilakukan di depan ruang kelas 6 ini termasuk dalam ujian praktik pada mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya. (17/5)

Dalam ujian praktik memasak ini, anak diminta untuk membuat makanan dan minuman dengan tema yang sudah ditentukan yaitu, 4 sehat 5 sempurna. Untuk menu makanan, siswa kelas 6 bebas untuk membuat makanan yang masih relevan dengan tema, seperti membuat ayam goreng, membuat minuman jeli yang berbahan dasar susu dan jeli dan sebagainya. Ujian praktik dilakukan secara berkelompok. Hal ini seperti yang telah disampaikan oleh wali kelas 6, Tiamiatin.

Untuk bahan masakan yang akan dibuat, anak kelas 6 membawa sendiri-sendiri dari rumah. bahan masakan yang di bawa pun beragam, seperti membawa ayam, agar-agar, susu coklat, tepung dan sebagainya. Adapun peralatan yang akan digunakan seperti kompor, pisau, sendok, piring dan sebagainya juga dibawa sendiri dari rumah.

“Bahan anak-anak bawa sendiri dari rumah. Setiap kelompok membawa bahan masing-masing. Alat juga anak-anak bawa sendiri dari rumah, alat-alatnya apa saja itu mereka tentukan sendiri di kelompok masing-masing”, ujar Tismi.

Waktu yang dibutuhkan oleh setiap kelompok untuk menyelesaikan masakannya ialah 120 menit, yang dimulai pada pukul 09.30-11.30 WIB. Dalam melangsungkan ujian praktik memasak, kesulitan tentukan dirasakan oleh sebagian anak kelas 6. Untuk kriteria penilaian dalam ujian praktik ini dinilai dari segi rasa, kelengkapan menu dan juga cara penyajiannya.

”Saya berharap, dengan memasak peserta didik dapat mengetahui proses dari awal dari menyiapkan bumbu, meracik serta membuat sayur dari proses awal sampai dengan disajikan. Selain itu menjadi bekal untuk membantu ibu dirumah, serta dapat mempraktikkan sendiri dalam kehidupan sehari – hari. Tidak hanya itu, siswa dapat mengetahui tentang makanan sehat beserta kandungan gizinya,” jelas Tismi. (RN)

Skip to content