Sukses di MTQ Perdana, MIMAU Adakan MTQ yang Kedua dengan Penuh Semangat Membara

Banjarnegara (Humas) – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) adalah sebuah festival keagamaan untuk mengagungkan Al-Qur’an. Pada festival ini, peserta berlomba membaca Al-Qur’an dengan menggunakan metode baca Al-Qur’an tertentu. Secara umum, MTQ bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan isi kandungan Al-Qur’an. MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo atau yang biasa dikenal dengan MIMAU mengadakan MTQ tingkat madrasah untuk yang ke-2 pada Kamis lalu. (22/05/2025)

MTQ kedua ini diselenggarakan dengan maksud untuk menumbuhkan kafilah-kafilah yang berbakat dan berprestasi mensyiarkan Al-Qur’an. Dan membangkitkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an, serta membangun keberanian dalam diri untuk berani tampil di khalayak ramai, agar nantinya dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Madrasah, Wahyul Khomisah. Dalam sambutannya, Wahyul menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan MTQ ini.

“Bukan hanya sekedar ajang perlombaan semata. Tentunya tanpa syiar, Islam tidak akan dikenal secara luas. Untuk itu, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah untuk syiar sekaligus mencari bibit baru di MIMAU yang kaya akan kualitas ilmu agama,” kata Wahyul saat memberi sambutan pada pembukaan MTQ yang dipusatkan di Aula serbaguna PP Salafiyah Al Falah Joyokusumo.

Pelaksanaan MTQ di MIMAU adalah kegiatan rutin tiap akhir tahun pelajaran yang di gelar sebagai penyemangat bagi peserta didik untuk bersaing sehat akan prestasi, bakat serta minat mereka. Terdapat empat cabang dalam kegiatan MTQ kali ini yaitu Tilawah, Tartil, Tahfizh dan Kaligrafi. Peserta MTQ merupakan perwakilan dari masing-masing kelas kecuali kelas 6, dengan mengikutsertakan 3 anak pada setiap cabangnya. Para peserta menampilkan kepiawaian mereka dengan penuh percaya diri, semangat, dan antusias.

Kejuaraan pada MTQ dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori A peserta kelas 1-3 dan kategori B peserta kelas 4-5. Cabang Tilawah kategori A juara 1 oleh M. Abqory Zam-zam dari kelas 3B, juara 2 Maulidiya Rakhman dari kelas 3B, juara 3 M. Zein Ramadhan dari kelas 1B dan kategori B juara 1 oleh Syakira Khayla Delisha dari kelas 5B, juara 2 Raisa Shinfana dari kelas 5B, juara 3 Adzkia Sahla Saida dari kelas 5A. Cabang Tahfizh kategori A juara 1 oleh M. Ihya Ulumuddin A. dari kelas 1B, juara 2 Aleesya Maheswari dari kelas 1B, juara 3 Rezki Al Fatih Buntaran dari kelas 2A dan kategori B juara 1 oleh Dalisha Mila Mumtaz A. dari kelas 5B, Amelia Andini Putri N. dari kelas 5B. juara 3 Aqila beril Nathania Ahmad dari kelas 4A. Cabang Kaligrafi kategori A juara 1 oleh Abizar zahirul Haq dari kelas 3B, juara 2 Hayyin atsila M. dari kelas 1B, juara 3 Maulana Artha Briliant dari kelas 2A, dan kategori B juara 1 Arwa assegaf dari kelas 5B, juara 2 Abdullah Al Ghani dari kelas 4A, juara 3 Athania Salwa A. dari kelas 5B. Cabang Tartil kategori A juara 1 oleh Kanaya Najwa dari kelas 2A, juara 2 Zafrina Almeera dari kelas 3B, juara 3 Alea Nazwa dari kelas 2A dan kategori B juara 1 Zahra dari kelas 5B, juara 2 Syahda dari kelas 4A, juara 3 Aqilah Hasna dari kelas 4B.

Trophy, sertifikat serta uang pembinaan diberikan langsung oleh Kepala Madrasah Wahyul Khomisah, ia mengucapkan selamat dan berpesan secara umum kepada seluruh peserta MTQ yang sudah berjuang sangat keras dan maksimal.

“Selamat dan sukses untuk ananda semua yang mendapatkan juara, semoga dapat menambah ilmu dan pengalaman, pesan kami tetaplah rendah hati. Bagi yang belum mendapatkan juara, jangan patah semangat, kesempatan ini pasti ada nilai positifnya, tingkatkan rasa percaya diri serta belajar lebih giat lagi agar di ajang selanjutnya mendapatkan juara sesuai harapan kita, aamiin. Semangat dan sukses untuk semuanya,” ucapnya.

“Yang belum terpilih ikut lomba juga harus semangat untuk meningkatkan kualitas diri kita, terus belajar jangan putus asa dan pantang menyerah,” imbuhnya.

Wahyul berpesan kita tidak boleh puas hanya dengan kesemarakan saja. Namun, Al Qur’an perlu menjadi bahan renungan dan didalami maknanya. Karena sepanjang masyarakat mengerti akan makna pendalaman Al Qur’an maka akan berdampak positif bagi pembangunan bangsa di masa yang akan datang. (Nf/Azd)

Skip to content