MTsN 2 Banjarnegara Meraih 12 Mendali dalam Kejuaraan Islamic Science Olympiade (ISO) Tahun 2025

Banjarnegara – Islamic Science Olympiade (ISO) Tahun 2025 adalah sebuah kompetisi sains yang diselenggarakan untuk siswa/i, guru, dan bahkan mahasiswa, dengan penekanan pada integrasi antara ilmu pengetahuan (sains) dan nilai-nilai keislaman, lomba ini diadakan oleh Digniti Pendidikan Generasi Berpretasi sudah selesai dilaksanakan. Ajang ini bertujuan untuk mengasah ilmu dan mencetak generasi ilmuan masa depan. Lomba ISO pada jenjang SMP/MTs meliputi bidang IPA, Matematika dan IPS.

Peserta yang ikut dari MTs N 2 Banjarnegara adalah dari maple IPA 10 siswa, IPS 10 siswa dan matematika 5 siswa. Hasil yang diperoleh untuk bidang IPA 8 siswa meraih medali emas 2 siswa, 2 siswa meraih medali perak. Untuk bidang Matematika 1 siswa meraih medali perunggu, sedangkan bidang IPS 1 siswa meraih medali perak.

Adapun nama-nama tersebut diantaranya bidang mapel IPA Olivia Ayu Winata perak, Fahra Zaireen Kurnia emas, Atqiya Husna Ar-Ramadhani emas, Zafifah Nur Azizah emas, Faktha Putri Ramadhani emas, Kurnia Dinda Feliana emas, Saikirana Setya Pinilih emas, Muzalfah Nur Hikmah emas, dan Shely Nur Faliyana emas. Untuk mapel IPS Aisha Shafa Azalia perak sedangkan mapel matematika Intan Cantika Salsabila perunggu.

Wakil Kepala Humas MTs N 2 Banjarnegara Siswo Purnomo menyampaikan melalui ajang lomba ISO ini anak-anak bisa mengembangkan minat dan bakat peserta dalam berbagai bidang sains, merangsang kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah. Juga bisa membentuk generasi Muslim yang tidak hanya cerdas secara ilmiah, tetapi juga memiliki integritas, berakhlak mulia, dan memahami nilai-nilai keislaman. Beberapa mata pelajaran yang dilombakan bahkan mencakup Quran dan Hadits, Fiqih, serta Sejarah Islam, menunjukkan upaya untuk menyatukan dua disiplin ilmu ini.

“Melalui ajang lomba ISO ini anak-anak bisa mengembangkan minat dan bakat peserta dalam berbagai bidang sains, merangsang kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah. Juga bisa membentuk generasi Muslim yang tidak hanya cerdas secara ilmiah, tetapi juga memiliki integritas, berakhlak mulia, dan memahami nilai-nilai keislaman. Beberapa mata pelajaran yang dilombakan bahkan mencakup Quran dan Hadits, Fiqih, serta Sejarah Islam, menunjukkan upaya untuk menyatukan dua disiplin ilmu ini,” tegasnya.

Dengan demikian, ISO 2025 bukan sekadar ajang kompetisi sains biasa, tetapi juga sebuah upaya untuk menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan dan agama dapat berjalan selaras, menciptakan individu yang berpengetahuan luas dan berkarakter kuat. (en)

Skip to content