Banjarnegara— Semangat dalam menyampaikan nilai-nilai Islam dan kepedulian terhadap generasi muda terus ditunjukkan oleh Anugrah Windu Setianingsih, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dari KUA Kecamatan Purwanegara. Kali ini, Anugrah tampil sebagai salah satu garda depan dalam Aksi KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting) yang menyasar remaja Desa Mertasari dalam kegiatan Posyandu Remaja.
Aksi penyuluhan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang sinergis antara KUA Kecamatan Purwanegara, Puskesmas Purwanegara 1, dan Pemerintah Desa Mertasari. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di Gedung PAUD Santiaji, Desa Mertasari, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara.
Dalam kegiatan tersebut, Anugrah Windu Setianingsih menyampaikan materi bertema “Kesehatan Spiritual Remaja”, sebuah pendekatan agama Islam dalam rangka pembentukan karakter dan fondasi moral bagi generasi muda. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga ibadah, membiasakan akhlakul karimah, memahami dan menerapkan adab pergaulan dalam kehidupan sehari-hari, serta menyadari peran besar doa dalam membentuk ketenangan batin dan kekuatan jiwa.
“Ibadah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi merupakan kebutuhan ruhani yang dapat menjaga jiwa remaja dari kegersangan nilai. Ketika remaja terbiasa menjaga shalat, mengucap zikir, dan berdoa, maka akan tumbuh benteng diri yang kuat menghadapi berbagai godaan pergaulan zaman sekarang,” jelas Anugrah.
Ia juga menekankan bahwa akhlakul karimah bukan hanya identitas pribadi seorang Muslim, tetapi juga bekal utama dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Dalam era globalisasi yang penuh tantangan, adab dan akhlak menjadi tameng untuk menyeleksi mana pergaulan yang menumbuhkan dan mana yang merusak.
Aksi KOPI SECETING ini tidak hanya menyampaikan edukasi spiritual, tetapi juga menjadi wujud integrasi antara pendekatan agama, kesehatan, dan pembangunan masyarakat desa. Puskesmas Purwanegara 1 turut memberikan pemeriksaan terkait kesehatan remaja, sementara Pemerintah Desa Mertasari mendukung penuh dengan menyediakan fasilitas dan mobilisasi peserta.
Sebanyak 40 remaja dari Desa Mertasari yang hadir terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi penyuluhan. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya bersama dalam pencegahan stunting secara holistik. Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi juga terkait erat dengan pembentukan karakter, mentalitas, dan spiritualitas sejak usia dini hingga remaja. Penyuluhan keagamaan dalam kegiatan posyandu remaja menjadi langkah strategis untuk memperkuat pondasi moral dalam membentuk generasi sehat dan berakhlak.
Di akhir kegiatan, Anugrah Windu Setianingsih mengajak seluruh remaja untuk menjadikan doa dan ibadah sebagai bagian dari gaya hidup, bukan hanya rutinitas. Ia juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin lintas lembaga demi tercapainya tujuan besar: mewujudkan remaja yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan tangguh secara spiritual. (rp)







