Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat nilai spiritual dan moral para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Turno sebagai Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, melakukan kegiatan penyuluhan kepada kelompok PKH Dusun Tegalsari, Desa Pandanarum. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota penerima manfaat PKH yang hadir dengan penuh antusiasme. (21/7)
Acara yang berlangsung di salah satu rumah warga tersebut turut didampingi oleh Budi, pendamping PKH wilayah tersebut, yang selama ini aktif membina kelompok tersebut dalam hal teknis maupun administratif program. Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif, dengan peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman.
Dalam kesempatan ini, Turno mengangkat tema “Mensyukuri Nikmat Allah SWT” sebagai refleksi penting bagi para penerima manfaat PKH. Ia menekankan bahwa mendapatkan bantuan PKH bukanlah suatu kebetulan semata, melainkan bagian dari nikmat Allah yang patut disyukuri.
“Di antara jutaan masyarakat Indonesia, ibu-ibu semua termasuk yang dipilih dan diberi kesempatan untuk menerima manfaat dari program ini. Maka mari kita syukuri dengan menjaga amanah ini, menggunakannya untuk hal yang bermanfaat, dan tetap berusaha mandiri ke depan,” ungkap Turno dalam ceramahnya.
Penyuluhan ini tidak hanya berisi tausiyah, tetapi juga dikemas dalam bentuk dialog terbuka agar peserta dapat menyampaikan pandangannya. Turno juga mengajak para peserta untuk merefleksikan nikmat-nikmat kecil yang kerap terlupakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesehatan, keluarga, dan waktu luang.
“Syukur bukan hanya dengan ucapan ‘alhamdulillah’, tetapi dengan cara mengelola rezeki dan nikmat itu secara baik, tidak boros, tidak mengeluh, serta mendidik anak-anak agar tumbuh dalam semangat kebaikan,” lanjutnya.
Sementara itu, Budi yang turut memberikan pengantar dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi penyuluhan yang diberikan oleh Turno. Ia menilai penyuluhan spiritual sangat penting untuk menyeimbangkan bantuan material yang diterima masyarakat dengan kekuatan mental dan moral.
“Program PKH bukan hanya soal bantuan uang tunai. Di dalamnya juga terkandung pembinaan keluarga agar menjadi lebih tangguh dan mandiri. Kehadiran Pak Turno hari ini memberikan sentuhan spiritual yang sangat dibutuhkan,” ujar Budi.
Para peserta pun tampak terinspirasi dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin. Beberapa dari mereka bahkan mengusulkan agar topik-topik penyuluhan berikutnya juga mencakup tema-tema keluarga, pendidikan anak, dan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para penerima manfaat PKH tidak hanya merasa terbantu secara ekonomi, tetapi juga semakin kuat secara spiritual dan mental dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. (ev/azd)







