Abdullah Al Fatih Naik ke Jilid 1B Qiroati, Bukti Semangat Belajar Al-Qur’an Sejak Dini di Kelas 1A HEBAT

Banjarnegara – Kabar membanggakan kembali hadir dari Kelas 1A HEBAT MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU). Salah satu murid, Abdullah Al Fatih, berhasil menyelesaikan pembelajaran Qiroati Jilid 1A dan resmi naik ke Jilid 1B pada Rabu pagi. Pencapaian tersebut menjadi buah dari ketekunan belajar, kedisiplinan, serta semangat dalam mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur’an yang menjadi salah satu program unggulan madrasah.(5/8)

Kenaikan jilid bukan sekadar perpindahan dari satu tingkat ke tingkat berikutnya, tetapi merupakan bentuk evaluasi atas kemampuan murid dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah Qiroati. Setiap murid harus mampu menunjukkan kelancaran, ketepatan makhraj, serta penerapan hukum bacaan sebelum dinyatakan layak melanjutkan ke jilid berikutnya.

Keberhasilan Abdullah Al Fatih menjadi motivasi bagi murid-murid lainnya untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh. Pembelajaran Qiroati yang dilaksanakan secara bertahap memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk berkembang sesuai kemampuan masing-masing sehingga proses belajar menjadi lebih optimal.

Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bagian dari keberhasilan pembinaan karakter religius di lingkungan madrasah.

“Kami bersyukur setiap perkembangan yang dicapai murid dalam belajar Al-Qur’an merupakan langkah menuju terbentuknya generasi Qurani. Kenaikan jilid ini menunjukkan bahwa usaha, kesabaran, dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten akan membuahkan hasil yang membanggakan. Semoga Abdullah terus istiqamah belajar hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya,” ujar Wahyul Khomisah.

Wali Kelas 1A HEBAT, Nuri Fatimah, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari semangat belajar Abdullah yang terus berkembang dari hari ke hari.

“Fatih menunjukkan perkembangan yang sangat baik selama mengikuti pembelajaran Qiroati. Ia selalu berusaha memperbaiki bacaannya, mendengarkan arahan guru dengan baik, serta tidak mudah menyerah ketika menemukan kesulitan. Semoga capaian ini menjadi awal untuk terus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an hingga khatam Qiroati,” tutur Nuri Fatimah seraya mengucapkan rasa syukurnya terhadap pencapaian Fatih nama panggilannya, yang pertama di kelas 1A di tahun pelajaran ini.

Orang tua Abdullah Al Fatih, Retno Handayani, mengaku bersyukur atas pencapaian putranya dan mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh madrasah.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat bahagia melihat perkembangan Fatih dalam belajar Al-Qur’an. Terima kasih kepada seluruh guru MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo yang dengan penuh kesabaran membimbing anak-anak. Kami berharap Fatih tetap semangat belajar, semakin mencintai Al-Qur’an, dan dapat mengamalkan setiap ilmu yang dipelajarinya,” ungkap Retno Handayani.

Keberhasilan Abdullah Al Fatih menjadi bukti bahwa kolaborasi antara madrasah, guru, dan orang tua memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan murid. Melalui program unggulan Qiroati yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Dan MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) terus berkomitmen mencetak generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, berakhlak mulia, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (NF)

Skip to content