Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam turut mengisi kegiatan kelas ibu hamil (bumil) di Desa Pringamba tepatnya di dusun Kaligintung. Bersama dengan bidan desa dan tim dari Puskesmas Sigaluh 2 memberikan berbagai edukasi tentang fase kehamilan. (19/5/2026)
Tim Puskesmas memberikan banyak edukasi tentang menjaga kesehatan bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan hingga nanti lahir, Penyuluh Agama Islam Sigaluh memberikan penyuluhan bertema afirmasi positif dan pentingnya menjaga amanah dari Allah SWT selama masa kehamilan. Kegiatan tersebut berlangsung santai dan diikuti para ibu hamil dengan penuh perhatian.
Dalam penyampaian materi tidak hanya monoton mendengarkan penjelasan, tapi ibu hamil melihat dan mendengarkan video edukasi tentang gizi, ice breaking ringan dengan tetap memasukkan materi di dalamnya seperti pre test, dan kegiatan berkelompok seperti praktek gerak dan lagu cara meminum MMS (Multivitami bagi ibu hamil) dengan cara yang baik dan benar.
Penyuluh agama juga memberikan penjelasan bahwa kondisi mental dan ketenangan hati ibu hamil memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan diri maupun perkembangan calon bayi. Karena itu, ibu hamil diajak untuk membiasakan berpikir positif, memperbanyak doa, dzikir, serta mengurangi rasa cemas dan pikiran berlebihan selama menjalani masa kehamilan. Dituntun langsung oleh Khalimatus Sya’diyah mengucapkan kaliat-kalimat positif atau afirmasi bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan.
“Kadang ibu hamil mudah khawatir, mudah sedih, bahkan merasa takut menghadapi persalinan. Padahal anak yang dikandung adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dengan hati yang tenang dan pikiran yang baik, dengan contoh kalimat afirmasi positif tadi bisa diterapkan dalam keseharin ibu-ibu semuanya” jelas penyuluh agama saat menyampaikan materi.
Selain itu, peserta juga diajak memahami bahwa menjaga amanah kehamilan tertuang dalam Al Qur’an dalam banyak surat. Seperti memakan makanan sehat dan bergizi dalam Qur’an surat Al Baqarah ayat 168, cara mendoakan dan mendidik anak sejak dalam kandungan yang banyak ayat dalam Qur’an bisa dijadikan doa dan tuntunan. Tidak hanya melalui pemeriksaan kesehatan dan pemenuhan gizi, tetapi juga menjaga ucapan, emosi, dan kebiasaan sehari-hari sebagai bentuk perjuangan spiritual bagi ibu hamil. Penyuluh agama menambahkan agar para ibu membiasakan mendengar hal-hal baik seperti membiasakan mendengar lantunan ayat Qur’an, serta menciptakan suasana rumah yang nyaman dan penuh dukungan.
Dalam kegiatan kelas ibu hamil ini diharapkan para ibu hamil tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mampu menjaga kesehatan mental dan spiritual sebagai bagian dari ikhtiar menjaga amanah yang telah dititipkan Allah Swt.
(ef/azd)







