Ajarkan Nilai Kehidupan, Mimau Adakan Santunan Anak Yatim Pada Bulan Muharram 1446 H

Banjarnegara (Humas) – Santunan anak yatim merupakan salah satu bentuk sedekah yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini dikarenakan kedudukan anak yatim dalam Islam begitu mulia. Melaksanakan santunan anak yatim dengan penuh keikhlasan akan mendatangkan manfaat. Allah SWT telah menjanjikan surga bagi orang yang memberikan santunan anak yatim dengan ikhlas sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 215. Salah satu tradisi santunan anak yatim yang biasa dilaksanakan di masyarakat Indonesia adalah pada 10 bulan Muharram. (17/7)

Sebelum acara santunan berlangsung, acara di pagi hari telah diisi dengan pawai taaruf yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas I – VI. Acara santunan anak yatim dimulai pada pukul 09.00 dan dilaksanakan MI Maarif Al Falah Joyokusumo (Mimau) bertempat di Aula Pondok Pesantren Salafiyah Joyokusumo. Mimau mengundang beberapa anak yatim yang berada di kelurahan atau lingkungan Parakancanggah sebanyak 10 anak. Dari jumlah tersebut, ada yang masih berumur 3 tahun, 8 tahun, 11 tahun dan 14 tahun. Acara dimulai dengan pembukaan dan lantunan sholawat bersama dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan kepada anak yatim.

Kepala Madrasah, Wahyul Khomisah menyampaikan dengan diadakan acara ini mampu memberikan manfaat dan keberkahan untuk madrasah kita yang bertepatan pada pembangunan kampus kedua Mimau.

“Acara rutinan ini harus kita jaga dan selalu dilaksanakan karena dengan acara ini kita bisa belajar tentang bentuk rasa syukur dan nikmat karena keberadaan orang tua. Dengan melihat anak-anak yatim/piatu, tentu memberi ibrah kepada siswa untuk selalu mematuhi orang tua selagi masih lengkap. Acara ini juga dibarengi dengan bulan Muharram dengan harapan kita semua selalu mendapatkan keberkahan dan manfaat.” ungkap Wahyul.

Sementara itu, Ibu Kodas warga Parakancanggah, Banjarnegara merupakan salah satu orang tua dari Rani  mengucapkan syukur Alhamdulillah mendapatkan rezeki di bulan Muharram dari MI Maarif Al Falah Joyokusumo.

“Alhamdulillah, dengan adanya acara ini anak kami merasa sangat bahagia dan harapannya untuk Mi Maarif Al Falah Joyokusumo selalu menjadi madrasah unggulan” ucapnya.

Memberi santunan anak yatim terutama pada bulan Muharram disebut dengan Lebaran Anak Yatim. Umat muslim mewajibkan untuk memuliakan anak yatim, menyayanginya, dan melakukan berbagai kebaikan yang dapat membuat senang hati anak yatim. Tentu dapat memberi pengajaran kepada siswa mimau untuk selalu bersyukur.

“Saya sangat bersyukur masih mempunyai orang tua lengkap. Melihat teman yang mendapat santunan masih seumur saya namun sudah ditinggal orang tua, saya merasa sedih tidak bisa membayangkan betapa pedihnya ditinggal orang tua. Semoga dengan adanya acara ini, membuat hati mereka senang dan tidak merasa sedih lagi.” ucap Humaira. (ad)

Skip to content