Banjarnegara (Humas) – Komitmen Pemerintah dalam menjamin kehalalan produk kuliner di tingkat Usaha Kecil Menengah (UKM) terus diperkuat. Pada Kamis (16/4/2026), M. Syaiful Abidin, seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan yang juga bertugas sebagai Pendamping Proses Produk Halal (PPH), melakukan kunjungan verifikasi lapangan terhadap salah satu pelaku usaha kuliner populer di Kabupaten Banjarnegara.
Target verifikasi kali ini adalah warung Sate Ayam Pak H. Ayub Madura milik Ibu Romiyah. Proses verifikasi dilakukan secara langsung di outlet penjualan yang berlokasi di area strategis, yakni Komplek Kuliner Terminal Lama Banjarnegara. Langkah ini merupakan bagian dari skema self declare untuk memastikan bahwa seluruh bahan dan proses produksi sate telah memenuhi standar syariat Islam.
Dalam kunjungan tersebut, Syaiful Abidin memeriksa secara mendalam dua menu utama yang ditawarkan, yaitu sate ayam daging dan sate ayam jeroan. Pemeriksaan meliputi asal-usul bahan baku daging, bumbu-bumbu yang digunakan, hingga kebersihan peralatan panggangan.
M. Syaiful Abidin menegaskan pentingnya validasi lapangan untuk menjaga kepercayaan konsumen. Beliau menyampaikan:
“Tugas kami bukan sekadar administratif, melainkan memastikan bahwa apa yang dikonsumsi masyarakat benar-benar tayyib dan sesuai syariat. Untuk Sate Madura ini, kami melihat komitmen Ibu Romiyah sangat tinggi dalam menjaga kualitas bahan baku, terutama dalam memastikan daging ayam dipasok dari RPA (Rumah Potong Ayam) yang sudah bersertifikat halal.”
Ibu Romiyah, selaku pemilik usaha, menyambut baik kehadiran pendamping PPH di warungnya. Menurutnya, kepemilikan sertifikat halal kini bukan lagi sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat.
Ibu Romiyah mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan ini:
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Syaiful dari KUA Pagentan yang sudah membimbing kami. Dengan adanya verifikasi ini, saya merasa lebih tenang dan percaya diri dalam berjualan. Harapan saya, pelanggan sate Pak H. Ayub tidak perlu ragu lagi karena kehalalannya sudah terjamin secara resmi oleh pemerintah.”
Kunjungan ini diakhiri dengan pengunggahan dokumen verifikasi ke sistem Sihalal. Diharapkan, dengan semakin banyaknya pelaku UKM di Banjarnegara yang sadar akan pentingnya sertifikasi halal, ekosistem kuliner daerah akan semakin sehat, berkah, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
(msa/azd)







