Banjarnegara (Humas) – Di tengah padatnya rutinitas kehidupan modern, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah kembali mengingatkan pentingnya menyeimbangkan antara aktivitas dunia dan bekal akhirat. Hal ini disampaikan dalam kajian bertema “Amalan Bernilai Surga di Tengah Kesibukan Dunia” yang digelar di Majelis Taklim Ath-Thoyyibah pada hari Senin (27/10).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para jamaah majelis taklim yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Dalam kajiannya, Penyuluh Agama Islam menegaskan bahwa Islam memberikan banyak peluang bagi umatnya untuk meraih pahala besar melalui amalan sederhana, bahkan di tengah kesibukan sehari-hari.
“Tidak semua kebaikan harus besar dan berat. Senyum yang tulus, membantu tetangga, berdzikir di sela waktu, dan menafkahkan sebagian rezeki, semuanya bernilai pahala di sisi Allah,” ujar penyuluh dalam tausiyahnya. Ia juga menekankan bahwa setiap aktivitas duniawi bisa bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Jamaah terlihat antusias berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka mencoba menerapkan amalan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang hangat dan komunikatif membuat suasana kajian terasa hidup dan menggugah semangat beribadah.
“Kesibukan bukan alasan untuk lalai beribadah. Justru di tengah aktivitas itulah kita bisa menemukan pahala besar,” ungkap penyuluh dengan penuh motivasi.
Melalui kegiatan ini, penyuluh agama berharap agar jamaah majelis taklim semakin sadar bahwa di balik kesibukan dunia, selalu ada ruang untuk beramal. Dengan menjaga niat dan keikhlasan, setiap langkah dan perbuatan dapat bernilai surga.







