Menomorsatukan Allah, Memuliakan Sesama: Sinergi Penyuluh Agama Islam dan Pendamping PKH Bangun Masyarakat Berakhlak Mulia

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman agama sekaligus membangun karakter masyarakat, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah dan pendamping Program Kelompok Harapan (PKH), Walid Kurniawan menggelar kajian bertema “Menomorsatukan Allah, Memuliakan Sesama”. Kegiatan ini digelar di salahsatu rumah warga Desa Cendana Kecamatan Banjarnegara pada hari Selasa (28/10).

Penyuluh Agama menekankan bahwa menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari adalah fondasi utama bagi terbentuknya akhlak mulia. “Ketika kita selalu menomorsatukan Allah, setiap tindakan kita akan berpijak pada nilai kebaikan. Dari situ, menghormati dan memuliakan sesama menjadi konsekuensi alami,” ujarnya.

Pendamping PKH turut menegaskan pentingnya integrasi nilai spiritual dengan praktik sosial. Dengan memahami makna tauhid dan akhlak mulia, masyarakat diharapkan mampu menjalankan peran sosialnya secara bijak, termasuk dalam membangun keluarga harmonis dan berinteraksi dengan lingkungan. “Kegiatan ini bukan sekadar pengajian, tapi juga pembinaan karakter agar penerima manfaat PKH menjadi individu yang mandiri sekaligus berbudi pekerti luhur,” ungkap pendamping PKH.

Kajian ini juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka berusaha menomorsatukan Allah dalam kesibukan sehari-hari sambil tetap menghormati tetangga, teman, dan kerabat. Antusiasme jamaah terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul serta semangat mengikuti setiap materi yang disampaikan.

Melalui sinergi antara Penyuluh Agama dan Pendamping PKH, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia dalam kehidupan nyata. Kebaikan akan berlipat bila dilakukan dengan ikhlas, dan keberkahan hidup akan tercapai ketika Allah ditempatkan sebagai prioritas.

Skip to content