Banjarnegara (Humas) – Upaya memperkuat kesadaran orang tua akan peran sentral mereka dalam mendidik anak sejak usia dini terus digalakkan. Kali ini, bimbingan dan penyuluhan (bimluh) keagamaan dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin, di hadapan 27 orang siswa dan wali siswa TK PGRI Nagasari.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan TK PGRI Nagasari pada Selasa (21/10/2025) ini mengusung tema yang mendalam, yakni “Anak Adalah Amanah: Menyemai Kasih, Menuai Masa Depan.” Tema ini dipilih untuk menekankan kembali bahwa anak bukan sekadar buah hati, melainkan titipan suci dari Tuhan yang membutuhkan perhatian, pendidikan, dan kasih sayang yang tulus.
Dalam penyuluhannya, M. Syaiful Abidin mengajak seluruh wali siswa untuk merefleksikan kembali cara mendidik anak di tengah gempuran teknologi. Ia menggarisbawahi pentingnya kehadiran orang tua yang berkualitas, bukan hanya secara materi.
“Mari kita muliakan anak-anak kita, jangan hanya diberi gawai, tapi beri mereka waktu, kasih sayang, ilmu, dan doa. Anak bukan hanya harapan masa depan, tetapi ladang pahala yang berkelanjutan,” tegas Syaiful Abidin.
Pernyataan tersebut menggugah para peserta, mengingatkan mereka bahwa waktu dan sentuhan emosional adalah investasi terbesar bagi masa depan anak. Pendidikan agama dan penanaman nilai-nilai luhur sejak dini menjadi fokus utama agar anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia.
Kepala TK PGRI Nagasari, Winarsih, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas bimbingan penyuluhan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam dengan tema ‘Anak Adalah Amanah: Menyemai Kasih, Menuai Masa Depan’. Materi yang disampaikan sangat menggugah kesadaran para orang tua bahwa anak bukan sekadar tanggung jawab, tetapi titipan yang harus dirawat dengan cinta, dididik dengan nilai-nilai agama, dan dipersiapkan untuk masa depan yang penuh harapan,” ujar Winarsih.
Ia juga berharap sinergi antara pihak sekolah dan penyuluh agama dapat terus berlanjut. “Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa manfaat besar bagi keluarga dan pendidikan anak-anak kami,” tutupnya.
Kegiatan bimluh ini berhasil menciptakan suasana yang hangat dan interaktif. Para wali siswa terlihat antusias menyimak dan berdiskusi, menandakan tingginya minat mereka dalam mencari bekal terbaik untuk mendidik putra-putri mereka. Inisiatif dari Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi sekolah dan masyarakat lain untuk semakin peduli terhadap pendidikan karakter dan agama anak usia dini.
(msa, azd)







