MI Al Fatah Banjarnegara Ikuti Upacara Hari Santri di Alun-Alun Banjarnegara dengan Semangat Nasionalisme dan Religius

Banjarnegara – Ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam memenuhi Alun-Alun Banjarnegara pada Selasa pagi, 22/10 untuk mengikuti Upacara Hari Santri Nasional 2025. Dengan penuh khidmat, para peserta mengenakan busana khas santri. Salah satu peserta yang turut memeriahkan kegiatan ini adalah MI Al Fatah yang mengirimkan sekitar 400 siswa dan 50 guru untuk mengikuti upacara bersama ribuan santri lainnya.

Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, yang menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan rasa keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny, yang menyebabkan 65 santri syahid dalam kejadian tersebut.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Pondok Pesantren Al Khoziny. Semoga para santri yang wafat diterima di sisi Allah sebagai syuhada,” ucap beliau dengan suara haru.

Selain itu, Wakhid Jumali juga berpesan agar para santri masa kini tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga turut membangun peradaban dunia sesuai dengan tema Hari Santri tahun ini “ Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”.

“Santri harus siap membangun peradaban dunia yang berkeadilan, berilmu, dan berakhlak. Santri tidak boleh tertinggal dalam perkembangan zaman, namun tetap menjaga nilai-nilai keislaman,” tegasnya. Sementara itu, Nila, salah satu guru, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai santri.

“Anak-anak terlihat antusias sekali. Mereka bangga bisa ikut upacara di alun-alun bersama ribuan santri lainnya. Ini pengalaman yang berharga bagi mereka,” ujarnya.

Suasana semakin meriah di akhir acara. Beragam penampilan ditampilkan mulai dari tilawah kolaborasi, drumband, lagu religi, tari saman, dan lainnya semua menonjolkan semangat keislaman dan kebangsaan.

Kepala MI Al Fatah,  Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi dan harapannya.

“Partisipasi ini menjadi bentuk nyata semangat santri di MIFABARA. Kami ingin menanamkan nilai nasionalisme yang berpadu dengan religiusitas sejak usia dini,” ungkapnya.

Dengan semangat Hari Santri 2025, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cinta ilmu, cinta agama, dan cinta tanah air santri yang berjiwa merah putih dan berhati Qur’ani.(nas)

Skip to content