Banjarnegara – Matsamara (MTs Ma’arif Mandiraja) Kabupaten Banjarnegara mengadakan kegiatan lanjutan anjangsana tadarus Al-Qur’an dan doa bersama kali ini bertempat di Purworejo Klampok Kabupaten Banjarnegara di rumah bapak Aris Asjharudin, S.Ag selaku salah satu guru bahasa Arab di Matsamara. Anjangsana ini dihadiri oleh komite Madrasah, dewan guru dan staf karyawan Matsamara dengan mengaharap keberkahan yang melimpah dari kegiatan tersebut yang bertepatan pada bulan Rabi’ul awal bulan kelahiran nabi Muuhammad SAW. (14/09/2024)
Ibu Supriyati, S.Pd selaku Kepala Madrasah mengatakan, kegiatan anjangsana tadarus Al-Qur’an ini merupakan program rutinan MTs Ma’arif Mandiraja yang diadakan di rumah bapak/ibu guru bergantian secara undian.
“Kegiatan anjangsana ini diawali dengan Mau’idzatul Hasanah, Tawashul kemudian dilanjutkan tadarus Al-Qur’an mengkhatamkan 30 juz dalam satu majlis serta Tahlil dan dilanjut doa bersama. Kemudian dipenghujung rangkaian disertai Mahalul Qiyam dan Asmaul Husna sebagai penutup.
“Kegiatan ini merupakan upaya bertaqarrub kepada Allah SWT dan tambahan ikhtiar dengan berdoa bersama-sama mengharap kesusksesan dalam mendidik peserta didik serta bersilaturahmi saling mempererat persaudaraan keluarga besar MTs Ma’arif Mandiraja”, jelas Ibu Kamad.
Bapak Aris Asjharudin, S.Ag selaku Shahibul Bait mengatakan, Alhamdulillah kita semua masih diberi kenikmatan dari Allah SWT sehingga dapat mengikuti kegiatan anjangsana tadarus Al-Qur’an rutinan ini. Kami semua sangat bahagia atas kehadiran keluarga besar MTs Ma’arif Mandiraja.
“Semoga menjadi amal shalih untuk kita semua serta lingkungan sekitar kita dan menjadi keberkahan untuk MTs Ma’arif Mandiraja baik di dunia maupun di akhir”, tambahnya.
Bapak Drs. Cholid selaku Komite Madrasah mengatakan, semoga kegiatan ini menjadi amal baik silaturahmi dan mendapat ridha Allah SWT. Marilah kita bersyukur dengan sepenuh hati, karena sebagai umat Islam kita tidak boleh lepas dari sifat syukur apalagi tepat pada bulan Maulid nabi Muhammad saw.
Dalam Mau’idzatul Hasanahnya beliau menjelaskan, “Sahabat Ali berkata tidak ada nikmat yang terbesar selain nikmat keimanan. Nikmat yang kedua adalah Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam. Nikmat yang ketiga dilahirkannya nabi Muhammad SAW. Nikmat yang keempat nikmat kesehatan. Nikmat yang kelima kita tertutup aibnya, mari senantiasa saling menutup kekurangan masing-masing. Nikmat yang keenam tidak merepotkan orang lain”.
“Marilah kita tingkatkan iman kita dan senantiasa selalu bersyukur, karena Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepada orang-orang yang dicintai”, pungkas beliau. (jm)







