Antologi Cerpen “Surat Dari Esok” Resmi Terbit, Wadah Kreativitas Sastra Siswa Unggulan MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang literasi. Sebuah buku antologi cerpen berjudul Surat Dari Esok resmi terbit sebagai hasil karya siswa kelas 9B Unggulan Seni dan Sastra. Buku ini memuat kumpulan cerpen dengan kekhasan alur plot twist yang menghadirkan kejutan di akhir cerita, mencerminkan kedewasaan berpikir serta imajinasi para penulis muda Madtsansa.

Antologi Surat Dari Esok lahir dari proses panjang pembelajaran sastra yang terstruktur dan berkesinambungan di kelas unggulan. Para siswa tidak hanya dilatih menulis, tetapi juga diajak memahami teknik bercerita, penguatan karakter tokoh, pengolahan konflik, hingga membangun akhir cerita yang tak terduga. Hasilnya, cerpen-cerpen dalam buku ini tampil beragam, segar, dan menyentuh emosi pembaca.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terbitnya buku tersebut. Ia menegaskan bahwa antologi ini merupakan bukti nyata keberhasilan madrasah dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa.

“Terbitnya buku Surat Dari Esok menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu menghasilkan karya sastra yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang menulis cerita, tetapi juga tentang membangun karakter, kepekaan rasa, dan keberanian menuangkan gagasan,” ungkapnya. Ia berharap karya ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus berkarya dan mencintai dunia literasi.

Koordinator Kelas Unggulan Sastra MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ki Sarno, menjelaskan bahwa konsep plot twist dipilih untuk melatih siswa berpikir kritis dan kreatif. Menurutnya, menulis cerita dengan kejutan di akhir bukan hal mudah, karena penulis harus konsisten sejak awal alur.

“Anak-anak dilatih merancang cerita secara matang. Mereka belajar menyembunyikan petunjuk-petunjuk kecil agar akhir cerita terasa kuat dan logis. Surat Dari Esok adalah hasil dari proses pembelajaran sastra yang serius namun tetap menyenangkan,” tuturnya.

Pembimbing Kelas 9B Unggulan Seni dan Sastra, Rizki Arbangi Nopi, menambahkan bahwa antologi ini merupakan puncak dari rangkaian praktik menulis yang telah dilakukan siswa selama satu tahun terakhir. Ia mengungkapkan kebanggaannya melihat perkembangan kemampuan menulis para siswa.

“Dari draf awal hingga naskah final, mereka melalui banyak revisi. Anak-anak belajar menerima kritik, memperbaiki bahasa, dan memperkuat pesan cerita. Buku ini menjadi bukti bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya.

Salah satu cerpen dalam antologi ini bahkan dipilih menjadi judul buku, yaitu Surat Dari Esok. Cerpen tersebut ditulis oleh Agiyfio Dian AlhMahri, siswa kelas 9B Unggulan Seni dan Sastra. Agiyfio mengaku tidak menyangka karyanya dipercaya menjadi representasi keseluruhan isi buku.

“Awalnya saya hanya ingin menulis cerita tentang penyesalan dan takdir. Alhamdulillah, cerpen saya dipilih menjadi judul buku. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan memotivasi saya untuk terus menulis,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Dengan terbitnya antologi Surat Dari Esok, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pengembangan seni dan sastra. Buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi, baik bagi siswa Madtsansa maupun pelajar lainnya, bahwa karya sastra dapat lahir dari ruang kelas dan menjadi jejak prestasi yang membanggakan. (Lin)

Skip to content