Asah Kemampuan, Mandabara Ikuti Penganugerahan LFP Festifval  Banjarnegara

Banjarnegara –  Siswa Mandabara (MAN 2 Banjarnegara) atas nama Danastri Aulia Dewi mengikuti kegiatan LFP (Lomba Film Pendek) Festival Banjarnegara Movies 2025 pada Sabtu, (26/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Surya Yudha Cinema. Dewi, panggilan akrab siswa kelas yang sekarang duduk di kelas XI-3 tersebut ditemani Uswatun Hasanah selaku guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi sekaligus pembina ekstrakurikuler Sinematografi.

Dalam surat undangan yang dibagikan oleh Pemerintah Kabupaten Daerah Banjarnegara tersebut diketahui ada sekitar 35 sekolah dari jenjang sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas yang diundang, termasuk salah satunya adalah Mandabara. Hal ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi madrasah. Kepala Madarasah, Prihantoro Achmad di sela-sela kegiatannya menyampaikan rasa senangnya atas keikutsertaan madrasah dalam agenda tersebut. “Alhamdulillah, Mandabara menjadi salah satu madrasah yang turut berpartisipasi meramaikan perfilman Banjarnegara dan diberikan kesempatan untuk menunjukkan karyanya pada acara tersebut. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengasah kemampuan mereka, mengembangkan bakat dan minat dalam dunia perfilman,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Uswatun menyampaikan jika keikutsertaan Mandabara dalam agenda ini memiliki proses yang panjang. “Keikutsertaan kita dalam film ini merupakan hasil dari kompetisi tingkat madrasah saat agenda P5P2RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin) di kelas X tahun ajaran 2024-2025. Film Pendek dari kelas X-3 keluar sebagai juara satu sehingga berhak mewakili madrasah di ajang LFP Festival Banjarnegara Movies 2025,” terang guru yang akrab disapa Bu Uus.

Bergabungnya Dewi dalam gelaran tersebut memberikan kesan yang menyenangkan. “Rasanya sangat senang dan antusias. Banyak ilmu dan pengalaman berharga. Dengan melihat film dari berbagai sekolah, saya jadi punya gambaran seperti apa film dokumenter yang bagus itu. Semoga ke depan kami bisa membuat film dokumenter dengan lebih baik lagi,” tutup Dewi. (ta)

Skip to content