Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar kegiatan Asesmen Akhir Semester (AAS) kelas unggulan riset hari pertama pada Senin (15/12). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 kelas unggulan riset di ruang kelas digital. Pada asesmen ini, siswa diminta mempresentasikan proposal riset secara individu selama kurang lebih lima menit.
Berbeda dengan presentasi pada umumnya, asesmen dilakukan tanpa sesi tanya jawab dan tanpa kehadiran audience. Siswa menyampaikan gagasan risetnya secara mandiri di hadapan dua pembimbing riset, yakni Hj Tri Widayati dan Musfiatul Muniroh. Meski berlangsung dalam suasana tenang dan tertutup, kegiatan ini tetap sarat makna karena dirancang untuk melatih mental, kepercayaan diri, serta kemampuan public speaking siswa sejak dini.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H Yatiman, menyampaikan bahwa asesmen presentasi proposal riset merupakan langkah strategis madrasah dalam menumbuhkan karakter unggul peserta didik. Menurutnya, kelas unggulan riset tidak hanya menekankan pada hasil akademik, tetapi juga proses pembentukan kepribadian.
“Melalui presentasi individu seperti ini, siswa dilatih untuk berani berbicara, menyampaikan ide secara runtut, dan bertanggung jawab atas gagasan yang mereka susun sendiri. Ini adalah bekal penting untuk masa depan mereka,” ujar H Yatiman.
Koordinator kelas unggulan riset, Hj Tri Widayati, menjelaskan bahwa pelaksanaan asesmen hari pertama berjalan lancar dan penuh kejutan positif. Ia mengungkapkan bahwa sebagian siswa bahkan membuka dan menutup presentasinya dengan menggunakan bahasa Inggris, menunjukkan keberanian serta kesiapan mereka.
“Tujuan utama asesmen ini memang melatih mental dan keberanian public speaking. Alhamdulillah, anak-anak tampil maksimal. Ada yang opening dan closing-nya menggunakan bahasa Inggris, ini tentu menjadi nilai tambah,” tuturnya.
Hj Tri Widayati juga membagikan satu momen menarik yang sempat terjadi saat asesmen. Salah satu peserta, Fathiya, tampak sangat gugup ketika akan memulai presentasi.
“Tadi mba Fathiya terlihat grogi sekali, bahkan bibirnya sampai terlihat pucat. Saya minta dia untuk menarik napas dan minum terlebih dahulu. Setelah itu, ternyata presentasinya bagus sekali, benar-benar di luar dugaan,” cerita Hj Tri Widayati sambil tersenyum.
Menurutnya, kejadian tersebut justru menjadi bukti bahwa rasa gugup dapat diatasi dengan tenang dan persiapan yang matang.
Pembimbing riset lainnya, Musfiatul Muniroh, menilai asesmen ini sebagai sarana efektif untuk melihat potensi dan perkembangan siswa. Ia mengapresiasi keberanian siswa kelas 7 yang masih tergolong baru, namun sudah mampu menyampaikan ide riset dengan cukup sistematis.
“Walaupun tanpa tanya jawab, dari presentasi singkat ini kami bisa melihat pemahaman siswa terhadap topik risetnya. Ini adalah latihan awal yang sangat baik untuk jenjang riset selanjutnya,” jelasnya.
Salah satu peserta asesmen, Fathiya, mengaku sempat merasa sangat gugup sebelum presentasi. Namun ia bersyukur bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.
“Awalnya deg-degan sekali, tapi setelah ditenangkan oleh bu guru, saya jadi lebih percaya diri. Saya senang karena bisa menyampaikan ide penelitian saya sampai selesai,” ungkapnya.
Peserta lainnya, Nizam, juga merasakan manfaat besar dari asesmen ini. Menurutnya, presentasi individu melatih keberanian dan kesiapan mental.
“Walaupun hanya lima menit dan tidak ada audience, rasanya tetap menantang. Tapi justru dari sini saya belajar berani bicara dan lebih percaya diri,” kata Nizam.
Dengan pelaksanaan AAS kelas unggulan riset hari pertama ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan komunikasi yang baik. (Lin)







