Asyiknya Belajar Kolase, Murid Kelas 1B MIMAU Berkreasi dengan Penuh Warna

Banjarnegara — Murid kelas 1B MI Ma’arif Al-Falah Joyokusumo (MIMAU) mengikuti pembelajaran Seni Budaya dengan materi kolase pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua jam pelajaran tersebut diikuti oleh 23 murid dengan penuh antusias dan semangat berkreasi.

Dalam pembelajaran ini, murid dikenalkan dengan seni kolase sebagai salah satu bentuk karya seni yang dilakukan dengan cara menempelkan berbagai bahan pada bidang gambar sehingga menghasilkan sebuah karya yang menarik. Melalui kegiatan tersebut, murid tidak hanya belajar mengenal seni, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan koordinasi antara mata dan tangan.

Selama proses pembelajaran, murid kelas 1B tampak menikmati setiap tahapan kegiatan. Mereka berusaha menyusun dan menempelkan bahan sesuai dengan pola yang telah disiapkan. Suasana pembelajaran pun menjadi lebih menyenangkan karena murid dapat belajar sambil menghasilkan karya seni dengan kreasi masing-masing.

Kepala MI Ma’arif Al-Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, memberikan apresiasi terhadap kegiatan pembelajaran yang memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas sejak kelas awal. Menurutnya, pembelajaran seni dapat menjadi sarana untuk menggali potensi dan membangun rasa percaya diri murid.

“Pembelajaran seperti ini sangat baik untuk anak-anak karena mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga belajar berkreasi, bersabar, dan menyelesaikan sebuah karya. Kami berharap kegiatan seni dapat terus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengembangkan potensi setiap murid,” tutur Wahyul Khomisah.

Sementara itu, wali kelas 1B, Anisa Nur Azizah, menyampaikan bahwa kegiatan kolase menjadi pengalaman belajar yang menarik bagi murid. Selama dua jam pelajaran, murid diberikan kesempatan untuk berkreasi dan menuangkan ide mereka melalui karya seni.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti pembelajaran kolase. Mereka belajar menempel, menyusun, dan memadukan bahan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Meskipun masih kelas 1, mereka sudah menunjukkan ketelitian dan semangat untuk menyelesaikan karya mereka,” jelas Anisa Nur Azizah.

Menurut Anisa, kegiatan kolase juga menjadi salah satu cara untuk melatih keterampilan motorik halus murid. Selain itu, proses membuat karya secara bertahap membantu murid belajar fokus dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.

Melalui pembelajaran Seni Budaya tentang kolase ini, MIMAU terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Diharapkan 23 murid kelas 1B semakin berani berekspresi, percaya diri menunjukkan hasil karya, serta mampu mengembangkan kreativitas melalui berbagai kegiatan pembelajaran di madrasah. (NF)