Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka membentuk keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanadadi bekerja sama dengan Puskesmas Wanadadi 2 menggelar kegiatan pembinaan calon pengantin (catin) pada hari Jumat (24/10) yang bertujuan mempersiapkan pasangan muda menuju kehidupan rumah tangga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Acara dka secara resmi oleh Soif Toif, mewakili Kepala KUA Wanadadi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan ekonomi sebagai salah satu pondasi dalam membangun rumah tangga.
“Pernikahan atau rumah tangga bukan hanya butuh cinta, tapi juga butuh kelangsungan hidup ekonomi rumah tangga,” ungkapnya dalam sambutan pembukaan.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Siti Zulaikhah dari Puskesmas Wanadadi 2 dan Arif Kholdun dari KUA Wanadadi.
Dalam materinya, Siti Zulaikhah menyampaikan bahwa rumah tangga tidak hanya mempersatukan dua hati, tetapi juga dua keluarga besar.
“Rumah tangga itu mempersatukan dua hati dan dua keluarga, sehingga akan ada banyak pemikiran dan timbul banyak konflik. Untuk itu, calon pengantin perlu mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan ekonomi,” jelasnya.
Beliau juga menambahkan bahwa salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan yang sehat dan sejahtera, sehingga pemeriksaan calon pengantin sangat penting sebagai bentuk kesiapan menuju keluarga yang berkualitas.

Sementara itu, Arif Kholdun dari KUA Wanadadi memberikan pembinaan mengenai nilai-nilai keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, serta tanggung jawab dan peran suami istri dalam membangun rumah tangga Islami.
“Suami istri itu harus saling menghormati, saling menjaga dan ridho sehingga Impian keluarga Sakinah mawaddah dan rahmah yang diimpikan bisa terwujud, tidak lupa pula komunikasi yang baik antara suami dan istri, “ tuturnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Di sela-sela penyampaian materi, Namyroh Ndaruwati memandu peserta dengan “Tepuk Sakinah” yang menghidupkan suasana dan menumbuhkan semangat peserta.
Salah satu peserta, Halimah, mengaku senang dengan kegiatan pembinaan ini.
“Materinya sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham bahwa menikah itu bukan hanya soal cinta, tapi juga tentang kesiapan menghadapi kehidupan bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan panitia, Khasan , menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang aktif mengikuti kegiatan hingga selesai.
“Kami berharap para catin yang menikah di KUA Wanadadi tidak hanya sah secara agama dan negara, tetapi juga siap lahir batin untuk membina keluarga sakinah mawaddah warahmah,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, KUA Wanadadi menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan dan pendampingan bagi calon pengantin agar terwujud rumah tangga yang kokoh, sehat, harmonis dan penuh keberkahan.
(NN/ azd)







