Banjarnegara (Humas) – Upaya membangun generasi muda yang berkualitas dan siap memasuki kehidupan berkeluarga terus dilakukan melalui berbagai sinergi lintas lembaga. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Gajah Asik (Gerakan Anak Aja Nikah Gasik) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Pingit pada Ahad (31/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta bertempat di Aula Kantor Balai Desa Pingit. Kali ini menghadirkan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Slamet Wahyudi, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menyampaikan materi tentang Kebijakan Kedewasaan Usia Perkawinan (KUP) serta pencegahan perkawinan anak dalam perspektif hukum Islam dan hukum negara.
Slamet Wahyudi menegaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang sakral dan memerlukan kesiapan fisik, mental, sosial, serta ekonomi agar tujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah dapat terwujud.
“Kedewasaan usia perkawinan bukan sekadar memenuhi batas usia yang ditetapkan undang-undang, tetapi juga memastikan calon pasangan memiliki kesiapan lahir dan batin untuk membangun keluarga yang kuat, sehat, dan berkualitas. Pencegahan perkawinan anak merupakan tanggung jawab bersama demi melindungi masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Slamet Wahyudi didampingi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Rakit, Endah Widyawati dan Fatma Kurnianingsih.
Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Pingit, Elis Sutriyati, dalam sambutan sekaligus laporan kegiatan menyampaikan bahwa peserta terdiri dari anggota Darul Arqam, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta siswi Pondok Pesantren Al Madina Pingit.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Rakit, Tabah Agung Sokayani, menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan Kementerian Agama. Sinergi seperti ini sangat penting untuk memperkuat edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan semakin tumbuh kesadaran generasi muda untuk mempersiapkan masa depan dan pernikahan secara matang demi terwujudnya keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkualitas.
(n/azd)

