Kewajiban Rumah Tangga Itu Sedikit, Penyuluh KUA Pagentan Ajak Jamaah MT Aisyiyah Metawana Fokus pada Keberkahan

Banjarnegara (Humas) – Bertempat di Serambi Masjid Baiturrahman Desa Metawana, Kecamatan Pagentan, suasana Jumat siang tampak lebih hangat dari biasanya. Sebanyak 36 jamaah srikandi yang tergabung dalam Majelis Taklim (MT) Aisyiyah Ranting Metawana berkumpul dengan antusias untuk mengikuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang rutin diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan pada Jumat (29/5/2026).

Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin. Pada pertemuan kali ini, Syaiful mengangkat sebuah tema yang cukup menarik perhatian dan memicu diskusi hangat di kalangan jamaah, yaitu “Kewajiban Rumah Tangga itu Sedikit”.

Dalam pemaparannya, Syaiful menjelaskan bahwa jika merujuk pada hukum fikih dasar Islam, kewajiban mutlak dalam rumah tangga sebenarnya tidak sepadat yang dibayangkan masyarakat pada umumnya. Banyak hal yang selama ini dianggap beban wajib, sebetulnya masuk dalam ranah ihsan (kebaikan/kerelaan) dan saling tolong-menolong (ta’awun) antara suami dan istri.

“Secara tekstual hukum, kewajiban suami dan istri itu bisa dihitung dengan jari. Namun, yang membuat sebuah rumah tangga menjadi indah dan bernilai ibadah di sisi Allah adalah kerelaan untuk saling melengkapi di luar batas kewajiban tersebut. Ketika suami membantu pekerjaan rumah, atau istri mengurus rumah dengan ikhlas, itu bukan lagi sekadar gugur kewajiban, melainkan ladang pahala yang melimpah,” ujar M. Syaiful Abidin di sela-sela penyuluhan.

Materi yang segar dan penuh motivasi ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para peserta. Sebanyak 36 jamaah yang hadir tampak aktif bertanya dan mencurahkan dinamika kehidupan rumah tangga mereka sehari-hari.

Ketua MT Aisyiyah Ranting Metawana, Suparni, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan yang selalu konsisten memberikan pencerahan kepada warga, khususnya kaum ibu.

“Tema hari ini betul-betul membuka mata kami. Selama ini, kadang ibu-ibu merasa lelah karena menganggap semua urusan rumah adalah kewajiban mutlak mereka. Penjelasan dari Pak Syaiful tadi membuat kami sadar bahwa jika dibawa dengan niat ibadah dan rasa ikhlas, hal yang berat pun akan terasa ringan. Kami berharap bimbingan seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya,” ungkap Suparni.

Acara penyuluhan tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan keluarga seluruh jamaah yang hadir. Melalui kegiatan ini, KUA Pagentan berharap dapat terus memperkokoh ketahanan keluarga di tingkat desa melalui pendekatan agama yang humanis dan aplikatif. 

(msa/azd)

Skip to content