Bekali Dua Pasang Pengantin, Penghulu: Nikah Bukan Hanya Resepsi, Tapi Diskusi Tanpa Henti

Banjarnegara (Humas) – Langkah awal menuju mahligai rumah tangga harus diawali dengan fondasi ilmu yang kokoh. Hal inilah yang mendasari Prayogi Dwi Apriyanto, Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, dalam memberikan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada dua pasang pengantin baru di ruang konsultasi KUA, Selasa (5/5).

​Dalam bimbingan yang berlangsung santai namun sarat makna ini, Prayogi menekankan pentingnya menyelaraskan visi dan misi antar pasangan. Menurutnya, banyak pasangan yang terlalu fokus pada persiapan pesta, namun lupa menyiapkan diri untuk “perjalanan” setelahnya.

​”Menikah itu ibarat mengemudikan kapal di tengah samudra. Tanpa kompas ilmu agama dan manajemen emosi, kapal akan mudah terombang-ambing. Kami di sini memastikan mereka membawa kompas yang tepat,” ujar Prayogi.

​Pembekalan kali ini menitikberatkan pada empat pilar ketahanan keluarga:

​Janji Kokoh (Mitsaqan Ghalidza): Memahami makna sakralnya ikatan pernikahan di mata hukum dan agama.

​Saling Berbuat Baik (Mu’asyarah Bil Ma’ruf): Mengedepankan akhlak dan kasih sayang dalam pergaulan suami istri.

​Musyawarah: Membiasakan diri menyelesaikan masalah melalui dialog, bukan ego.

​Saling Ridha: Menerima kekurangan pasangan sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.

​Selain memberikan pembekalan, Prayogi juga mengingatkan para pengantin bahwa pintu KUA Mandiraja selalu terbuka untuk konsultasi keluarga di masa mendatang. Hal ini merupakan bagian dari transformasi layanan KUA yang tidak hanya melayani pencatatan nikah, tetapi juga menjadi pusat edukasi keluarga.

​Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku saku keluarga sakinah dan foto bersama sebagai simbol kesiapan kedua pasangan memasuki babak baru kehidupan mereka.

Skip to content