Belajar Bahasa Indonesia Jadi Seru! Siswa Kelas 5 MIFABARA Ciptakan Puisi Akrostik Penuh Makna

Banjarnegara – Suasana kelas 5 MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) tampak berbeda dari biasanya. Kali ini, siswa-siswi tampak sibuk menulis dan menghias karya puisi akrostik mereka dengan penuh semangat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia yang dipandu oleh wali kelas Nani, dengan tujuan menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berbahasa melalui kegiatan menulis puisi.(31/10)

Sebelum mulai menulis, Bu Nani terlebih dahulu menjelaskan apa itu puisi akrostik, yaitu puisi yang setiap barisnya diawali huruf dari sebuah kata tertentu. Ia mencontohkan dengan menulis kata “SAHABAT” di papan tulis, lalu bersama siswa menyusun baris puisi yang setiap barisnya diawali huruf dari kata tersebut. Kegiatan ini langsung menarik perhatian anak-anak karena mereka dapat menulis dengan bebas sesuai imajinasi masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar memilih kata-kata indah, menata kalimat, dan menyampaikan perasaan lewat puisi. Ini bukan hanya latihan menulis, tetapi juga latihan mengekspresikan diri,” ujar Nani, wali kelas 5D MIFABARA.

Setelah memahami cara membuatnya, siswa pun mulai menciptakan puisi akrostik mereka sendiri. Ada yang memilih kata IBU, GURU, ALAM, IMPIAN, dan SAHABAT sebagai dasar puisinya. Dengan penuh antusias, mereka menulis puisi di kertas berwarna dan menghiasnya dengan gambar hati, bunga, pelangi, dan bintang agar tampak menarik. Suasana kelas terasa hangat dan penuh tawa ketika beberapa siswa saling membaca puisinya dengan suara lantang.

Salah satu siswi, Vivi, tampak bangga memperlihatkan hasil karyanya. “Saya membuat puisi dari hati yang paling dalam sebagai ungkapan isi hati. Saya suka karena bisa menulis dari hati,” ucapnya sambil tersenyum.

Kepala Madrasah Durotun Nafisah sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Menulis puisi akrostik adalah cara yang bagus untuk mengenalkan anak-anak pada sastra sejak dini. Mereka belajar menggunakan bahasa yang indah dan bermakna, sambil melatih kepekaan perasaan,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, siswa berfoto bersama sambil menunjukkan hasil karya mereka yang penuh warna dan makna. Kelas pun dipenuhi rasa bangga dan bahagia. Melalui kegiatan menulis puisi akrostik ini, siswa MIFABARA belajar bahwa Bahasa Indonesia tidak hanya tentang kata dan kalimat, tetapi juga tentang keindahan, perasaan, dan ekspresi diri.(nas)

Skip to content