Banjarnegara – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan terus ditanamkan kepada siswa MI Al-Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Salah satu wujud nyata dari pembelajaran tersebut terlihat ketika para siswa menunaikan zakat melalui LAZALFA (Lembaga Amal Zakat Al Fatah) yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Fatah.(7/3)
Kegiatan pembayaran zakat ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Para siswa datang secara bergiliran menuju lokasi pembayaran zakat di area pondok pesantren.
LAZALFA sendiri merupakan lembaga yang dipercaya untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Al Fatah. Lembaga ini diketuai oleh Gus Huda, dengan panitia zakat yang berasal dari pengurus harian LAZALFA yang telah berpengalaman dalam pengelolaan zakat secara amanah.
Salah satu panitia zakat LAZALFA menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari pendidikan nilai sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang kewajiban zakat secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Kami berharap pengalaman ini dapat menanamkan kesadaran bahwa berbagi kepada sesama adalah bagian dari ajaran Islam yang harus dibiasakan sejak kecil,” ujar salah satu panitia LAZALFA.
Setelah proses pembayaran zakat, para siswa dibimbing untuk melafalkan doa menunaikan zakat. Dengan suara pelan namun penuh kekhusyukan, mereka mengikuti setiap kalimat doa yang dipandu panitia. Usai kegiatan tersebut, setiap siswa menerima kartu tanda telah menunaikan zakat dari LAZALFA sebagai bukti bahwa kewajiban tersebut telah dilaksanakan.
Salah satu siswa MIFABARA mengaku merasa senang dapat menunaikan zakat secara langsung.
“Saya senang bisa membayar zakat bersama teman-teman. Rasanya bangga karena bisa belajar berbagi kepada orang yang membutuhkan,” ungkapnya dengan wajah ceria.
Sementara itu, Kepala Madrasah MIFABARA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter, terutama di bulan Ramadhan.
“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai kepedulian dan keikhlasan. Melalui kegiatan pembayaran zakat ini, kami ingin membiasakan anak-anak memahami bahwa dalam setiap rezeki yang kita miliki terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan,” tuturnya.
Sejatinya, zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menyucikan hati. Dari langkah-langkah kecil para siswa MIFABARA itulah tumbuh harapan besar: lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga kaya akan kepedulian, empati, dan keikhlasan dalam membantu sesama.(nas)







