Banjarnegara – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan buka bersama (bukber) wali murid kelas 5D MIFABARA yang dilaksanakan di rumah salah satu wali murid, Ajeng, pada momentum bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dikemas dengan peringatan Nuzulul Qur’an, sehingga menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam bagi seluruh yang hadir.(7/3)
Sejak sore hari, para wali murid mulai berdatangan dengan penuh antusias. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika para orang tua saling menyapa, berbincang, dan menikmati momen kebersamaan yang jarang ditemui di tengah kesibukan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Lantunan ayat-ayat suci terdengar merdu dan khusyuk, mengisi ruang rumah dengan suasana religius yang menenangkan hati. Setiap ayat yang dibaca seakan mengingatkan kembali akan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa Nuzulul Qur’an bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga panggilan bagi setiap insan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an membacanya, memahami maknanya, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelang waktu maghrib, suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersiap menanti waktu berbuka. Ketika adzan berkumandang, kebersamaan pun terasa semakin hangat. Hidangan sederhana yang tersaji di meja terasa begitu istimewa karena dinikmati bersama dalam suasana penuh rasa syukur.
Salah satu wali murid menyampaikan bahwa kegiatan buka bersama seperti ini menjadi momen berharga untuk mempererat hubungan antarorang tua sekaligus memperkuat sinergi dalam mendampingi pendidikan anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya berkumpul untuk berbuka puasa, tetapi juga mempererat silaturahmi. Semoga kebersamaan ini semakin menguatkan kerja sama antara wali murid dalam mendukung pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Di tengah senja Ramadhan yang perlahan meredup, kebersamaan para wali murid kelas 5D seolah menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: bahwa keluarga besar pendidikan adalah tempat di mana nilai-nilai kebaikan tumbuh dan diwariskan.
Sebab sejatinya, Al-Qur’an turun bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk menghidupkan hati manusia. Dan ketika ayat-ayat suci itu hadir dalam kebersamaan, silaturahmi, serta niat baik untuk mendidik generasi, maka di situlah cahaya Ramadhan benar-benar menemukan maknanya.(nas)







